Dokter Spesialis Ungkap Obesitas Menjadi Faktor Risiko Utama Kanker
Kondisi berat badan berlebih atau obesitas kini diidentifikasi sebagai salah satu faktor risiko utama pemicu kanker, di samping ancaman penyakit jantung dan diabetes yang selama ini lebih dikenal masyarakat. Keterkaitan erat ini ditemukan pada mayoritas dari 13 jenis kanker yang telah diteliti oleh para ahli medis.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh spesialis penyakit dalam sub spesialis hematologi onkologi medik, dr Santi Christiani Gultom, SpPD-KHOM dalam acara The 6th Siloam Oncology Summit di Shangri-La Hotel, Jakarta Pusat, pada Sabtu (23/5/2026), sebagaimana dilansir dari Detik Health.
"Hampir 90 persen lebih, semua pasien obesitas itu dapat ditemukan pada pasien kanker yang usianya 50 tahun atau di atas 50 ya," ujar dr Santi dalam acara The 6th Siloam Oncology Summit di Shangri-La Hotel, Jakarta Pusat, Sabtu (23/5/2026).
Berdasarkan riset di Asia mengenai hubungan Indeks Massa Tubuh (BMI) tertinggi dengan angka kematian akibat kanker, terdapat perbedaan jenis kanker yang mendominasi antar-gender. Kanker usus, liver, dan leukemia menjadi jenis yang paling banyak ditemukan pada pria, sedangkan wanita lebih banyak didominasi oleh kanker usus, payudara, serta uterus.
Secara patofisiologi, kerentanan pasien obesitas terhadap kanker dipicu oleh tiga faktor utama, yaitu resistensi insulin, inflamasi kronis, dan perubahan metabolisme hormon.
"Seperti misalkan adanya suatu inflamasi kronis, ya, adanya perubahan fungsi imun seperti sel T, sel B yang semakin terdepresi ya, jadi efektivitas antitumor imunnya jadi menurun," jelas dr Santi.