IRGC Serang Dua Kapal Tanker di Selat Hormuz

Share

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyerang dua kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz pada Jumat (31/7/2026). Seperti dilansir dari Detikcom, IRGC menyebut aksi tersebut dilakukan karena kedua kapal berlayar di bawah pengawalan udara militer Amerika Serikat.

Pengumuman resmi tidak merinci identitas maupun asal negara dari kedua kapal yang menjadi sasaran tembak tersebut. Pasukan militer Iran mencegat kapal-kapal itu lantaran dianggap melanggar regulasi navigasi yang ditetapkan oleh Teheran.

"Kapal-kapal tanker minyak yang tidak mematuhi aturan… telah diserang dan dipaksa berhenti, sementara empat kapal tanker minyak lainnya dengan cepat mengubah arah dan kembali ke posisi mereka sebelumnya," kata IRGC dalam pernyataannya.

Pelayaran tersebut dinilai menggunakan rute yang tidak dideklarasikan, yakni jalur alternatif yang disokong oleh militer AS. Rute ini berbeda dengan jalur pelayaran dekat pesisir Iran yang mewajibkan izin serta pembayaran biaya transit kepada Teheran.

"Kapal-kapal tanker tersebut berusaha melintasi Selat Hormuz melalui 'rute yang tidak dideklarasikan'," ujar IRGC menambahkan.

Konflik di kawasan strategis pasokan energi dunia ini terus memanas seiring perebutan kendali jalur laut antara Iran dan AS. AS menuntut kebebasan navigasi, sedangkan Iran bersikeras memberlakukan mekanisme navigasi ketat di sepanjang garis pantainya.

Insiden ini menambah deretan ketegangan setelah sehari sebelumnya, Kamis (30/7/2026), dua kapal tanker berbalik arah di Selat Hormuz pascaserangan IRGC yang membakar salah satu kapal. Pada hari yang sama, Jumat (31/7/2026), militer Iran juga melancarkan serangan drone ke Pangkalan Udara Ahmad al-Jaber milik AS di Kuwait.

Serangan drone tersebut menargetkan tempat perlindungan pesawat tempur, sistem komunikasi satelit, dan fasilitas penyimpanan peralatan militer AS.

"sebagai tanggapan atas agresi baru-baru ini oleh militer AS yang teroris terhadap negara kami dan serangan brutalnya terhadap sebuah rumah tinggal di Pulau Qeshm," kata militer Iran mengenai alasan gempuran drone tersebut.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author