Militer Iran melancarkan serangan drone ke fasilitas AS di Kuwait
Militer Iran pada hari Jumat 31/7 menyatakan melancarkan serangan drone yang menargetkan fasilitas militer Amerika Serikat di Kuwait, menyusul jeda hampir sepekan dalam perang Timur Tengah antara Washington dan Teheran. Serangan itu dinyatakan berlangsung ketika pertempuran kembali memanas.
Menurut pernyataan militer Iran yang dikutip Detikcom, sasaran mencakup "tempat perlindungan pesawat tempur, sistem komunikasi satelit, dan fasilitas penyimpanan peralatan di Pangkalan Udara Ahmad al-Jaber di Kuwait".
Militer Iran menempatkan serangan tersebut dalam konteks eskalasi setelah konflik AS dan Teheran berjalan kembali di kawasan, setelah sebelumnya ada jeda hampir seminggu. Hingga berita ini dimuat, Detikcom menyebut belum ada komentar langsung dari Komando Pusat AS (CENTCOM).
Detikcom melaporkan bahwa sejauh ini CENTCOM belum memberikan respons atas klaim serangan tersebut.
Selain laporan serangan Iran ke Kuwait, Detikcom menyoroti sejumlah peristiwa internasional lain pada hari yang sama. Di Spanyol, laporan TV lokal Spanyol TVE seperti dilansir Reuters menyebut 2.000-3.000 migran masuk ilegal ke wilayah Ceuta pada Kamis 30/7 waktu setempat, dengan total korban tewas yang bertambah menjadi sedikitnya 18 orang.
Detikcom juga mengutip laporan tentang Hamas yang menyatakan menyetujui rencana damai Gaza setelah berkonsultasi dengan berbagai faksi Palestina, dengan pejabat Hamas Dr Ghazi Hamad mengatakan persetujuan itu dicapai di tengah kondisi "sulit dan berat" yang dihadapi rakyat Palestina.
Dalam laporan lain yang diberitakan Detikcom, media pemerintah Iran IRNA seperti dilansir AFP menyebut jenazah lima anggota IRGC dipulangkan ke Iran melalui perbatasan Mehran di provinsi Ilam bagian barat setelah serangan AS dan Arab Saudi di Irak.
Detikcom juga melaporkan pengumuman Arab Saudi membentuk koalisi pertahanan maritim internasional untuk Laut Merah, setelah blokade maritim oleh kelompok pemberontak Houthi di Yaman, dengan rencana perlindungan jalur pelayaran dan kebebasan navigasi di Laut Merah, Selat Bab el-Mandeb, serta Teluk Aden.