Polda Metro Jaya Ungkap 769 Kasus Kejahatan Dalam Operasi Berantas Jaya

Share

Polda Metro Jaya berhasil mengungkap 769 kasus kejahatan tindak pidana pencurian kendaraan bermotor hingga pembegalan di wilayah Jadetabek selama Operasi Berantas Jaya 2026 yang berlangsung pada 4 hingga 18 Juli 2026, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Dalam operasi penindakan tersebut, sebanyak 729 tersangka diringkus oleh jajaran kepolisian, yang terdiri atas 35 orang residivis dan 694 orang nonresidivis. Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, meliputi 428 unit sepeda motor, 21 unit mobil, 119 buah kunci T, 11 pucuk senjata api, 27 bilah senjata tajam, 12 unit air gun, 71 butir peluru, 150 unit ponsel, serta uang tunai sebesar Rp 10.763.000.

Pengungkapan kasus pencurian sepeda motor mendominasi jalannya operasi, dengan modus pembobolan sarana pengaman kendaraan yang telah dipetakan oleh pihak kepolisian.

"Saya kira ini modus operandi lama memang kami saya sampaikan tadi di awal bahwa menggunakan kunci T. Hanya memang mereka banyak menyasar di tempat-tempat kos, kemudian di perkampungan ya yang kemudian tanpa ada kunci ganda daripada pemilik motor ya itu cukup banyak," kata Wakapolda Metro Jaya Brigjen Dekananto Eko Purwono dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jumat (31/7/2026).

Meskipun angka pencurian motor di Jakarta mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya, instruksi penindakan tegas tetap diberlakukan secara berkelanjutan.

"Untuk trennya ini memang dibandingkan tahun lalu, tahun lalu cukup tinggi tapi setelah kita lakukan upaya penindakan ini sudah mulai menurun. Tetapi kami tidak mengendurkan, Pak Dirreskrimum sampaikan tetap gaspol, gaspol untuk ini pengungkapan ini," jelas Dekananto Eko Purwono.

Jaringan pencurian kendaraan bermotor ini juga terindikasi melakukan distribusi hasil kejahatan lintas daerah, sehingga membutuhkan koordinasi antar kepolisian daerah.

"Kami juga akan bekerja sama dengan beberapa Polda lain mengingat beberapa modus operandi pencurian TKP di Jakarta ada yang dibawa ke daerah Sumatera, demikian juga sebaliknya. Sehingga kami akan berkoordinasi untuk mengungkap jaringan kendaraan bermotor ini," jelas Dekananto Eko Purwono.

Pihak kepolisian menegaskan komitmen menjaga keandalan keamanan daerah dengan melibatkan pemangku kepentingan tingkat daerah setempat.

"Sekali lagi Polri dan juga Bapak Gubernur maupun Pangdam mendukung upaya-upaya penegakan hukum yang dilakukan oleh kepolisian Polda Metro Jaya," tutur Dekananto Eko Purwono.

Selain modus konvensional, penyidik mengidentifikasi adanya ragam taktik penyamaran yang dimanfaatkan pelaku untuk menakut-nakuti korban di lapangan.

"Itu hanya digunakan sebagai bagian dari modus operandi yang dilakukan oleh para pelaku untuk menakut-nakuti masyarakat seolah-olah itu anggota kepolisian Padahal sebenarnya mereka pelaku masyarakat murni," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imannudin.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author