Cahya Supriadi Tembus Skuad Timnas Indonesia Piala AFF 2026
Penjaga gawang PSIM Yogyakarta, Cahya Supriadi, resmi terpilih masuk ke dalam skuad final Tim Nasional Indonesia besutan pelatih John Herdman untuk mengarungi ajang ASEAN Championship Hyundai Cup 2026 di Thailand.
Kepastian pemanggilan kiper kelahiran Karawang tersebut disambut hangat oleh manajemen Laskar Mataram setelah melalui tahapan pemusatan latihan di Bali pada 12 hingga 25 Juli 2026.
Manajer PSIM Yogyakarta, Iksan Mahar, menyatakan apresiasi mendalam atas kepercayaan tim pelatih nasional kepada kiper utamanya untuk berlaga di tingkat internasional.
"Kami bangga Pelatih Tim Nasional Indonesia John Herdman memberikan kepercayaan kepada salah satu pemain andalan PSIM Jogja, Cahya Supriadi, untuk bergabung dengan skuad ASEAN Championship 2026. Kami berharap Cahya memberikan kemampuan terbaik dalam setiap sesi bersama skuad Garuda," ujar Iksan.
Manajemen klub berharap keikutsertaan kiper yang pernah tampil pada edisi 2024 ini mampu mengasah kemampuannya sekaligus memutus rekor Timnas Indonesia yang belum pernah menjuarai turnamen Asia Tenggara tersebut.
"Pengalaman berharga ini kami harapkan bisa menjadi bekal bagi Cahya untuk terus berkembang dan nantinya memberikan kontribusi positif bagi PSIM ketika kembali memperkuat tim di kompetisi Liga Indonesia," kata Iksan.
Pengalaman berharga tersebut dinilai menjadi modal penting bagi pengembangan karier sang penjaga gawang di level klub maupun tim nasional pada masa depan.
"Tampil di ajang ASEAN bukan hal baru bagi Cahya karena dia pernah tampil pada 2024 lalu. Kami berharap dia bisa mempersembahkan prestasi lebih baik bagi timnas yang belum pernah menjadi juara di ajang sepak bola paling bergengsi di Asia Tenggara," ujar Iksan.
Selain membawa dampak positif bagi Tim Garuda, partisipasi di turnamen internasional ini juga diharapkan meningkatkan performa individu sang pemain saat kembali membela PSIM.
"Bagi PSIM, kehadiran Cahya di timnas tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga diharapkan membawa dampak positif bagi perkembangan sang pemain dan klub pada musim mendatang," kata Iksan.
Peluang Cahya untuk tampil sebagai starter kian mengemuka meny meny menyusul blunder yang dilakukan kiper utama Nadeo Argawinata saat Indonesia menang 5-1 atas Kamboja di Stadion Pakansari pada Senin, 27 Juli 2026.
Pengamat sepak bola nasional, Luciano Leandro, menilai persaingan di posisi penjaga gawang Tim Garuda saat ini berlangsung sangat ketat dan kompetitif.
"Menurut saya, persaingan di posisi penjaga gawang Timnas Indonesia saat ini sangat menarik. Nadeo Argawinata tetap menjadi salah satu kiper terbaik Indonesia," ujar Luciano.
Mantan pemain Persija Jakarta itu menambahkan bahwa pengalaman internasional yang dimiliki Nadeo tetap menjadi faktor pembeda di pertandingan penting.
"Pengalamannya di level internasional dan ketenangannya dalam pertandingan besar adalah nilai tambah yang sangat penting. Satu kesalahan tidak seharusnya mengubah penilaian terhadap kualitas seorang penjaga gawang," imbuhnya.
Meski membela Nadeo, Luciano juga memuji kualitas teknik serta refleks cepat yang dimiliki oleh Cahya Supriadi.
"Cahya Supriadi adalah kiper muda yang memiliki potensi besar. Dia mempunyai refleks yang cepat, keberanian dalam duel satu lawan satu dan masa depan yang sangat menjanjikan. Persaingan seperti ini sangat baik untuk perkembangan Timnas Indonesia," katanya.
Terkait peluang Cahya tampil sejak menit awal pada laga kedua Grup A melawan Timor Leste di Stadion Chonburi, Thailand, Luciano menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada tim pelatih.
"Apakah Cahya bisa menjadi starter? Tentu ada peluang. Namun, keputusan itu harus didasarkan pada performa selama latihan, kesiapan mental, konsistensi dan kebutuhan taktik tim, bukan hanya karena satu blunder dalam pertandingan," ujar Luciano.
Ia menekankan bahwa tolok ukur utama seorang penjaga gawang terletak pada konsistensi serta rasa aman yang diberikan kepada lini pertahanan.
"Bagi saya, seorang penjaga gawang dinilai dari konsistensinya dalam jangka panjang, kemampuan mengorganisasi lini belakang, membaca permainan, serta memberikan rasa aman kepada seluruh tim."
Luciano menilai persaingan sehat di sektor pertahanan terakhir akan memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas skuad secara keseluruhan.
"Yang terpenting adalah Timnas Indonesia memiliki dua penjaga gawang berkualitas yang siap bersaing secara sehat. Persaingan seperti inilah yang akan membuat kualitas tim nasional terus meningkat," tutur Luciano.
Timnas Indonesia saat ini berada di peringkat ketiga klasemen sementara Grup A ASEAN Championship 2026 dengan perolehan tiga poin, di bawah Singapura dan Vietnam.