Aksi Boikot BTS Tambah Daftar Musisi Kritik Sistem Grammy Awards
Aksi grup K-pop BTS menolak berpartisipasi dalam ajang Grammy Awards 2027 memperpanjang daftar panjang musisi dunia yang melancarkan protes terhadap Recording Academy. Keputusan grup tersebut kembali memicu sorotan tajam terkait transparansi dan inklusivitas sistem penilaian penghargaan musik internasional tersebut. Sorotan terhadap kredibilitas Grammy Awards kian menguat seiring langkah BTS yang memprotes pembentukan kategori baru.
Langkah protes ini menambah catatan resistensi para musisi papan atas terhadap proses seleksi nominasi yang dinilai kurang mencerminkan keragaman industri musik global. Gelombang kritik keras sebelumnya pernah dilancarkan oleh musisi Kanada, The Weeknd, yang memilih memboikot ajang tersebut setelah album After Hours dan lagu Blinding Lights tidak masuk nominasi Grammy 2022. Ia menilai sistem seleksi penyelenggara tidak transparan dan membutuhkan pembenahan total, sebelum akhirnya kembali tampil pada gelaran edisi 2025.
Langkah serupa diambil oleh Drake pada 2021 dengan menarik album Certified Lover Boy dari penilaian meski telah mengantongi nominasi. Rapper tersebut meragukan relevansi penghargaan terhadap respons publik dan perkembangan industri musik modern. Selain itu, Frank Ocean juga menolak mengajukan album Blonde pada Grammy 2017 karena menilai sistem yang ada tidak lagi mewakili keragaman karya musisi.
Kritik terbuka turut dilayangkan mantan personel One Direction, Zayn Malik, yang menilai proses nominasi dipengaruhi faktor relasi industri di luar kualitas musik. Sejumlah nama besar lain seperti Eminem, Nicki Minaj, hingga Halsey juga melontarkan keberatan terkait ketepatan penempatan kategori dan proses di balik layar. Menanggapi aksi BTS, pihak agensi HYBE menegaskan bahwa penolakan tersebut merupakan keputusan independen BTS sebagai seniman. Perusahaan menyatakan musisi lain di bawah naungan HYBE tetap diberikan kebebasan penuh jika ingin mengajukan karya mereka ke ajang Grammy Awards.