Polri Menangkap Pilot Malaysia Airlines Pembawa 70 Ribu Ekstasi

Share

Aparat Bea Cukai Soekarno-Hatta bersama Bareskrim Polri menggagalkan upaya penyelundupan 70.114 butir ekstasi seberat lebih dari 25 kilogram yang melibatkan seorang pilot berkewarganegaraan Malaysia pada Jumat (31/7/2026), dilansir dari Detikcom.

Pilot maskapai Malaysia Airlines untuk penerbangan MH 727 rute Kuala Lumpur menuju Soekarno-Hatta tersebut diduga menerima imbalan sebesar 50 ribu ringgit atau sekitar Rp220 juta untuk mengangkut barang haram tersebut.

Pihak maskapai Malaysia Airlines menegaskan komitmennya untuk bersikap kooperatif terhadap proses hukum yang sedang berjalan di Indonesia. Pihak maskapai juga memilih menahan diri dari memberikan komentar mendalam terkait dugaan yang menimpa krunya.

"Malaysia Airlines ingin menegaskan kembali bahwa pihaknya tidak mentolerir segala bentuk pelanggaran dan saat ini sedang melakukan peninjauan internal atas masalah tersebut," kata pihak maskapai Malaysia Airlines dalam pernyataan resminya.

Pihak manajemen menambahkan bahwa keselamatan, keamanan, serta integritas operasional maskapai tetap menjadi prioritas utama mereka dalam menjalankan layanan penerbangan.

Kepala KPU Bea Cukai Soekarno-Hatta Hengky Tomuan Parlindungan Aritonga menjelaskan bahwa modus penyelundupan ini tergolong baru karena memanfaatkan posisi institusional tenaga penerbangan.

"Jadi, ini ada pilot dari maskapai penerbangan asing, menerbangkan pesawat dari Kuala Lumpur ke Soekarno-Hatta, MH 727, landing di Soekarno-Hatta, kemudian pada saat kami lakukan pemeriksaan terhadap bagasi koper yang bersangkutan, ditemukan kecurigaan," ujar Hengky dalam konferensi pers di Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta, Tangerang.

Petugas menemukan 14 bungkus ekstasi yang disembunyikan di dalam koper bagasi milik pilot tersebut. Pelaku memanfaatkan perlakuan khusus jalur pemeriksaan awak pesawat untuk menghindari pengawasan ketat petugas bandara.

"Jadi di claim tag-nya itu tersendiri, ada claim tag crew. Jadi pada saat dia check-in di Kuala Lumpur, berarti jalurnya berbeda dengan check-in penumpang karena di claim tag-nya disebutkan crew di situ," beber Hengky.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author