BTS Aksi Boikot Nominasi Grammy 2027 Protes Kategori Musik Asia

Share

Grup musik asal Korea Selatan BTS memutuskan untuk tidak mendaftarkan karya mereka demi pertimbangan nominasi Grammy Awards 2027. Langkah aksi boikot ini diambil sebagai bentuk penolakan atas kebijakan The Recording Academy yang menambah kategori khusus musik Asia, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Jumat (31/7/2026).

Sikap tegas tersebut diumumkan langsung oleh seluruh anggota grup melalui unggahan di media sosial pribadi mereka. Keputusan ini memicu sorotan publik karena dinilai menantang sistem kategorisasi wilayah yang diterapkan oleh ajang penghargaan musik terbesar di Amerika Serikat tersebut.

"Kami memutuskan untuk tidak mengajukan karya ke Grammy tahun ini," tulis RM, Suga, V, Jungkook, j-hope, Jin, dan Jimin.

Dalam kesempatan terpisah, para anggota menegaskan keinginan mereka agar karya seni tidak dibatasi oleh sekat geografis maupun bahasa.

"Kami ingin musik didengar dan dicintai apa adanya, alih-alih dikategorikan berdasarkan wilayah atau bahasa," lanjut mereka dalam unggahan terpisah di akun media sosial masing-masing.

Pengamat serta kritikus musik Lim Hee Yun menilai langkah BTS sebagai sebuah gebrakan yang berpotensi mendorong perubahan besar. Pengaruh sosial masif yang dimiliki grup tersebut dianggap mampu menekan The Recording Academy agar lebih terbuka.

"Ketika seorang artis dengan pengaruh sosial sebesar BTS menyatakan, 'jangan batasi kami dalam kategori pop Asia,' dan pesan tersebut mendapat sambutan luas, Grammy bisa saja bergerak ke arah yang lebih inklusif," kata Lim Hee Yun, Pakar dan Kritikus Musik.

Kendati demikian, Lim melihat bahwa penambahan kategori tersebut sebetulnya tidak perlu disikapi secara berlebihan. Menurutnya, ajang Grammy sejak awal difokuskan untuk kepentingan pasar domestik Amerika Serikat semata.

"Pada dasarnya, ini hanyalah soal pihak-pihak yang menjual rekaman di pasar Amerika mengelompokkan produk mereka berdasarkan kriteria mereka sendiri. Reaksi keras yang muncul mungkin disebabkan oleh mitos seputar otoritas Grammy, tapi menurutku, tidak ada perlunya merasa terobsesi untuk memenangkan nya," tutup Lim Hee Yun, Pakar dan Kritikus Musik.

Sementara itu, kritikus musik Kim Hern Sik berpandangan bahwa aksi yang dilakukan BTS memberikan dampak signifikan bagi penyelenggara. Ia menilai BTS memiliki peluang besar memenangkan penghargaan tahun ini berkat kesuksesan album Arirang, terlepas dari keberadaan kategori Asian Pop tersebut.

Protes serupa terhadap Recording Academy pernah terjadi pada 2020 saat nama kategori Best Urban Contemporary diubah menjadi Best Progressive R&B Performance usai mendapat kritik tajam dari musisi Tyler, the Creator.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author