BTS Boikot Grammy Awards 2027 Protes Kategori Asian Pop
Grup musik K-pop BTS memutuskan untuk tidak mengajukan karya musik mereka dalam ajang penghargaan Grammy Awards 2027 pada Rabu (30/7/2026). Langkah ini diambil sebagai bentuk protes atas pembentukan kategori baru Best Asian Pop Music Performance yang dinilai memisahkan musisi non-Barat. Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh ketujuh anggota BTS, yakni RM, Jimin, V, Suga, Jungkook, Jin, dan J-Hope melalui unggahan serentak di akun Instagram pribadi mereka.
Album terbaru mereka, "ARIRANG", serta lagu andalan "Swim" yang memuncaki tangga lagu AS awalnya diprediksi masuk dalam nominasi utama seperti Album of the Year dan Song of the Year. Namun, aturan baru ajang tersebut menyyaratkan lagu yang masuk dalam kategori Asian Pop harus menggunakan bahasa Asia secara signifikan. Album "ARIRANG" yang didominasi bahasa Inggris sebesar lebih dari 80 persen otomatis tidak memenuhi syarat kategori tersebut, meski mengangkat tema identitas Korea setelah para anggota menyelesaikan wajib militer.
Para anggota BTS menyampaikan alasan penolakan mereka melalui pernyataan resmi.
"Kami telah memutuskan untuk tidak mendaftar ke Grammy tahun ini," kata BTS. Grup pelantun lagu "Dynamite" tersebut menegaskan harapan mereka terhadap pemaknaan karya musik secara global.
"Kami berharap musik dapat didengar dan dicintai apa adanya, bukan dibagi berdasarkan wilayah atau bahasa," ujar BTS. Mereka juga menyampaikan apresiasi kepada para penggemar yang terus memberikan dukungan.
"Terima kasih kepada Army dan semua orang yang selalu bersama kami," tutur BTS. Aksi boikot tersebut memicu lonjakan pemutaran musik BTS secara global. Lagu "Aliens" dari album kelima mereka langsung melesat ke posisi pertama tangga lagu iTunes Top Songs di 78 negara dan wilayah pada Kamis (31/7/2026).
Penggemar juga menggaungkan tagar solidaritas di platform X, mengekor aksi dukungan publik dari figur seperti Tablo Epik High, sutradara Maggie Kang, hingga produser AS Mike Will Made It. Menanggapi penolakan dari BTS, pihak Recording Academy memberikan penjelasan terkait tujuan pembentukan kategori baru tersebut.
"Kategori Asian Pop dibentuk untuk merayakan kedalaman, keberagaman, dan pertumbuhan luar biasa dari seni pop yang berasal dari Asia," kata Chief Executive Recording Academy, Harvey Mason Jr.
Harvey Mason Jr menegaskan bahwa keberadaan kategori tersebut bukan bertujuan untuk membatasi ruang gerak para musisi. "Semangat dari kategori baru ini adalah untuk memberikan sorotan khusus kepada para seniman penting ini," ujar Harvey Mason Jr. Ia juga menyampaikan rasa prihatinnya atas keputusan yang diambil oleh grup asal Korea Selatan tersebut.
Harvey Mason Jr mengaku "merasa sedih" atas keputusan BTS dan menegaskan bahwa kesuksesan di kategori Asian Pop tidak menutup peluang pemenang untuk meraih penghargaan di kategori utama lainnya.
Dukungan atas langkah BTS juga datang dari kalangan akademisi dan penggemar. Profesor Lee Ji-young dari Hankuk University of Foreign Studies menilai langkah BTS menunjukkan pergeseran dominasi dalam industri musik global. "Berdasarkan tolok ukur objektif apa pun, Grammy-lah yang membutuhkan BTS, bukan sebaliknya," kata Lee Ji-young.
Lee menambahkan bahwa penolakan ini menjadi sinyal melemahnya pengaruh lembaga penghargaan tersebut. "Fakta bahwa BTS membelakangi Recording Academy terlebih dahulu juga merupakan tanda bahwa otoritas yang selama ini dipegang Grammy sebagai penjaga gerbang mulai tergerus," ujar Lee Ji-young.
Sementara itu, penggemar BTS bernama Ashia Davies menilai penambahan kategori tersebut justru membatasi musisi Asia. "Sangat disayangkan," kata Ashia Davies. Ashia yang menghadiri tur kembalinya BTS di London memahami keterikatan grup tersebut dengan ajang penghargaan AS itu.
"Saya tahu BTS menyukai Grammy," ujar Ashia Davies.
Namun, ia mengkritik kebijakan baru Recording Academy yang dinilainya tidak adil. Ashia Davies menganggap kategori tersebut "tidak menghormati" dan "menjaga artis Barat tetap berada di kategori terpisah agar mereka bisa tetap berada di puncak." Di sisi lain, penggemar lainnya, Lauryn Adene, menyambut positif keputusan grup idolanya untuk mundur dari kompetisi.
Lauryn Adene mengaku "senang" mendengar kabar bahwa grup tersebut tidak akan mendaftar ke ajang penghargaan tersebut.
Menurutnya, BTS yang pernah berpidato di Gedung Putih dan mendonasikan 1 juta dolar AS untuk gerakan Black Lives Matter sudah tidak perlu membuktikan apa pun lagi. "Mereka tidak punya hal yang perlu dibuktikan lagi," kata Lauryn Adene.
BTS tercatat pernah meraih lima nominasi Grammy sejak 2021 dan menjadi musisi Korea pertama yang tampil di panggung tersebut, meski belum pernah membawa pulang piala. Langkah boikot ini menempatkan BTS dalam deretan artis global lainnya seperti The Weeknd, Drake, dan Frank Ocean yang pernah menolak berpartisipasi di Grammy Awards.