Taman Safari Indonesia Gelar Kompetisi Foto Satwa Liar 2026

Share

Taman Safari Indonesia resmi meluncurkan ajang Animal Photo and Video Competition (AIPVC) 2026 di Taman Bendera Pusaka, Jakarta, pada Sabtu (23/5/2026). Kompetisi tahunan yang memasuki penyelenggaraan ke-35 ini mengusung tema 'From Lens to Legacy' untuk mengampanyekan pelestarian satwa melalui karya visual.

Gelaran berskala internasional ini membuka pendaftaran karya sepanjang Juli hingga Agustus 2026. Seperti dilansir dari Detik Travel, kompetisi kali ini memperluas jangkauan kepesertaan hingga ke kawasan Asia Tenggara dan Australia.

Pihak penyelenggara menyediakan sembilan kategori dalam ajang Wildlife Photo Competition untuk memfasilitasi kreativitas para fotografer maupun pembuat film. Selain itu, sebuah komunitas foto khusus juga dibentuk sebagai wadah berbagi ilmu bagi para pencinta fotografi satwa.

Pengenalan tema baru serta perluasan jaringan kompetisi ini disampaikan langsung oleh manajemen lembaga konservasi tersebut dalam acara peluncuran resmi. Langkah strategis ini diambil guna menggugah kepedulian masyarakat global terhadap keanekaragaman hayati.

"Tahun ini kita mengangkat tema 'From Lens To Legacy'. Kami ingin mengajak kita semua melihat bahwa sebuah karya dari lensa bukan hanya menangkap gambar tetapi juga bisa menyampaikan cerita membangun kesadaran dan meninggalkan warisan yang penuh makna bagi generasi mendatang," kata Agus Santoso, Board of Advisory Taman Safari Indonesia.

Pihak penyelenggara kemudian menggandeng mitra internasional guna memperluas dampak pesan konservasi. Kolaborasi dengan White Captain International diharapkan mampu menarik minat serta keterlibatan aktif dari generasi muda.

"Kami percaya AIPVC bukan hanya sebuah kompetisi tetapi juga sebuah gerakan yang memberikan dampak nyata bagi wisata Indonesia yang mampu memperkenalkan kekayaan biodiversity Indonesia di mata dunia. Sekaligus menginspirasi generasi muda untuk menjadi storyteller content creator dan juga penjaga alam untuk masa depan melalui karya-karya visual yang memiliki makna dan menjadi legacy," lanjut Agus Santoso, Board of Advisory Taman Safari Indonesia.

Pertumbuhan jumlah peserta dilaporkan terus mengalami peningkatan pada setiap penyelenggaraan tahunan. Variasi objek foto juga semakin kaya seiring dengan bertambahnya koleksi satwa yang dikelola oleh pihak Taman Safari.

"Pesertanya selalu bertambah dan objek fotonya itu menjadi sangat bervariasi, jadi bukan satwa yang itu-itu aja. Nah diharapkan, tentu foto ini juga dipamerkan dan bisa menjadi referensi baik itu di domestik maupun di internasional, terutama masyarakat umum," tambah Agus Santoso, Board of Advisory Taman Safari Indonesia.

Peresmian Komunitas Foto IAPVC menjadi agenda tambahan dalam peluncuran kompetisi tahun ini. Wadah baru tersebut difungsikan untuk mempererat interaksi antar-fotografer alam dalam menyebarkan edukasi perlindungan lingkungan.

"Pada peluncuran ini, kami juga meresmikan Komunitas Foto IAPVC sebagai bagian dari perjalanan panjang IAPVC yang telah tumbuh dan berjalan bersama selama bertahun-tahun. Kehadiran komunitas ini menjadi wadah bagi para pecinta fotografi satwa dan alam untuk terus berkarya, berbagi inspirasi, serta memperkuat pesan konservasi melalui visual." tutup Agus Santoso, Board of Advisory Taman Safari Indonesia.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author