BI Pastikan Stabilitas Rupiah Tetap Terjaga Usai Resign Perry Warjiyo

Share

Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti memastikan arah kebijakan bank sentral tidak mengalami perubahan pascamundurnya Perry Warjiyo dari posisi Gubernur BI. Dilansir dari Detik Finance, BI menegaskan komitmennya untuk tetap memprioritaskan stabilitas nilai tukar rupiah serta penanganan inflasi pada Jumat (31/7/2026).

Sesuai aturan undang-undang yang berlaku, Destry yang menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior secara otomatis mengambil alih tugas kepemimpinan sementara. Saat ini susunan Dewan Gubernur BI diisi oleh lima orang pejabat.

"Dengan adanya pengunduran diri dari Bapak Gubernur kita sebelumnya, Bapak Perry Warjiyo, maka kami sekarang di anggota Dewan Gubernur memang masih ada lima, di mana saya sebagai Deputi Gubernur Senior, otomatis secara undang-undang, kalau Gubernurnya berhalangan, maka Deputi Gubernur Senior itu menggantikan sebagai Pejabat Gubernur Sementara," kata Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti.

Skema kepemimpinan sementara tersebut akan berjalan sampai proses pengisian jabatan gubernur yang baru rampung sesuai mekanisme hukum. BI menegaskan bahwa fokus pengendalian inflasi dan penjagaan kurs rupiah tetap menjadi sasaran utama.

"Intinya, dengan formasi kami sekarang ini, kami akan tetap komitmen, di mana kami saat ini untuk rupiah, baik itu untuk melihat dekat ataupun berkenaan inflasi, maka itu menjadi komitmen kami. Itu menjadi target dan fokus," ujar Destry Damayanti.

Guna mempertahankan stabilitas kurs rupiah, bank sentral terus bersiap melakukan intervensi pasar secara konsisten melalui instrumen spot, Non Deliverable Forward (NDF), hingga Domestic Non Deliverable Forward (DNDF).

"Untuk rupiah, kita akan tetap konsisten, kita akan berada di pasar, kita akan masuk untuk intervensi, apakah spot, NDF, ataupun DNDF. Kebijakan kita pun juga kita akan arahkan untuk menggunakan capital inflow yang masuk, sehingga itu tentu akan memperkuat sektor eksternal kita," jelas Destry Damayanti.

Pada aspek inflasi, sinergi dengan pemerintah pusat dan daerah terus diperkuat melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) serta program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).

"Termasuk juga untuk inflasi, kita juga tentu memperkuat tim pengendali inflasi pusat dan daerah. Kami bersama-sama dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah mempunyai Gerakan Pengendalian Inflasi dan GNPIP. Jadi itu gerakan langsung ke daerah bagaimana kita bantu mereka," kata Destry Damayanti.

Selain itu, koordinasi lintas lembaga juga dijaga ketat bersama Kementerian Keuangan, OJK, dan LPS dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), sembari mengoptimalkan kebijakan makroprudensial demi mendukung pertumbuhan ekonomi.

"Teman-teman tolong, saya ingin menekankan bahwa dengan formasi kami sekarang, saat ini di Bank Indonesia, stance kita tetap sama, tidak berubah dibandingkan dengan posisi stance sebelumnya. Kita akan tetap memfokuskan stabilitas, dengan mengoptimalkan berbagai instrumen dan berbagai kebijakan yang kami miliki," tegas Destry Damayanti.

Langkah pendukung lainnya juga tetap mencakup optimalisasi sistem pembayaran, pengembangan UMKM, ekonomi syariah, dan ekonomi hijau guna menyokong pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author