Kementerian ESDM Hitung Ulang Harga Pertamax di Tengah Fluktuasi Harga Minyak Dunia

Share

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menghitung ulang harga keekonomian bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax di tengah fluktuasi harga minyak dunia akibat dinamika geopolitik yang masih berlangsung hingga Juli 2026.

Wakil Menteri ESDM, Yuliot, mengatakan bahwa penentuan harga Pertamax akan didasarkan pada biaya pokok penyediaan (BPP) plus keuntungan, yang kemudian akan dianalisis tingkat keekonomiannya oleh Kementerian ESDM.

"Jadi nanti akan dihitung BPP (biaya pokok penyediaan)-nya Pertamina ditambah keuntungan. Nanti kami dari Kementerian ESDM akan mencoba melihat kira-kira harga yang ini keekonomiannya bagaimana," ujar Yuliot dari Jakarta, Rabu.

Yuliot mengingatkan bahwa harga Pertamax sangat dipengaruhi oleh harga minyak dunia yang saat ini menunjukkan ketidakpastian tinggi akibat gejolak geopolitik.

"Kalau potensi nanti ini harga minyak secara rata-rata turun, ya tentu dari Pertamina akan menyesuaikan harga," kata Yuliot.

Data perdagangan pada 28 Juli 2026 mencatat harga minyak mentah Brent turun 2,34 persen menjadi 83,86 dolar AS per barel, dan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 2,28 persen menjadi 80,73 dolar AS per barel.

Sebelumnya, pada 23 Juli 2026, harga minyak Brent melambung 6,38 persen ke 100,07 dolar AS per barel, sedangkan WTI naik 5,36 persen ke 91,48 dolar AS per barel.

Sementara itu, penelusuran fakta terkait kabar penurunan harga BBM Pertamax hingga 30 Juli 2026 menunjukkan bahwa klaim harga Pertamax turun menjadi Rp10.000 per liter adalah tidak benar.

Informasi tersebut berasal dari unggahan media sosial yang tidak didukung pengumuman resmi dari pemerintah maupun PT Pertamina (Persero).

Hingga saat ini, harga Pertamax masih berada di kisaran Rp16.250 per liter sesuai wilayah, dan Pertamax Green tetap dijual sekitar Rp17.000 per liter.

Untuk BBM bersubsidi, harga Pertalite masih Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter tanpa perubahan.

Penyesuaian harga BBM nonsubsidi memang sudah dilakukan sejak 1 Juli 2026 oleh Pertamina dan badan usaha lain seperti Shell, BP-AKR, dan Vivo Energy Indonesia.

Contohnya, Pertamax Turbo turun menjadi Rp19.300 per liter dari sebelumnya Rp20.750, Pertamax Dex menjadi Rp21.150 per liter dari Rp24.800, serta Dexlite turun ke Rp19.700 per liter dari Rp23.000.

Namun harga Pertamax dan Pertamax Green masih tetap pada angka sebelumnya, yakni Rp16.250 dan Rp17.000 per liter.

Di sisi lain, BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar subsidi juga tidak mengalami perubahan harga per 31 Juli 2026.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author