Ancaman PHK Bayangi 1.500 Pekerja Garmen di Jawa Tengah
Hampir 1.500 buruh di dua pabrik garmen wilayah Jawa Tengah kini menghadapi risiko Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Gelombang ancaman pemangkasan tenaga kerja ini menimpa PT Victory Apparel yang beroperasi di Kota Semarang serta PT Samwon di Kabupaten Jepara, seperti dilansir dari Detik Finance.
Masalah keuangan akibat penurunan order ekspor melanda PT Victory Apparel sejak masa pandemi COVID-19. Sementara itu, PT Samwon menghentikan operasional usahanya di Jepara secara menyeluruh.
Keduanya memproduksi barang penunjang pasar ekspor dan berlokasi di kawasan berikat. Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Rizky Aditya Wijaya, mengonfirmasi bahwa penyusutan pesanan bisnis ke bisnis (B2B) dari buyer mancanegara menjadi pemicu utama.
"Dua perusahaan tersebut adalah perusahaan yang berada di kawasan berikat yang produksinya itu diperuntukkan bagi pasar ekspor. Dan yang kedua setelah kami melakukan kunjungan lapangan langsung, kita konfirmasi ke lapangan masalah yang terjadi adalah masalah pesanan B2B ke perusahaan tersebut yang cenderung menurun," kata Rizky dalam konferensi pers di Kemenperin, Jakarta Selatan, Kamis (30/7/2026).
Rizky menegaskan keputusan pengurangan buruh murni disebabkan kendala internal perusahaan, bukan karena gempuran produk impor. Guna menangani dampak perumahan pekerja, Kemenperin akan mengarahkan penyerapan tenaga kerja ke pabrik-pabrik baru yang merealisasikan investasinya di Jawa Tengah.
Sektor alas kaki dan garmen disebut masih mencatatkan arus investasi masuk yang signifikan ke wilayah Jawa Tengah sepanjang tahun 2026. Kondisi tersebut menjaga kebutuhan terhadap sumber daya manusia tetap tinggi.
"Di 2026 ini masih banyak investasi baru baik di sektor garmen maupun alas kaki itu yang masuk ke wilayah Jawa Tengah. Jadi artinya tenaga kerja yang di PHK itu akan kami upayakan dapat langsung terserap oleh perusahaan-perusahaan baru yang berdiri di area sekitar," tuturnya.
Rencana pengurangan karyawan ini sebelumnya juga diungkapkan oleh Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh yang menjabat Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal. Ia menyebutkan PT Victory Apparel yang disokong investor asal China berpotensi memutus hubungan kerja sekitar 800 orang.
Di sisi lain, PT Samwon yang disokong permodalan dari Korea Selatan memproyeksikan perumahan bagi 670 buruh.
"PT Victory Apparel di Kota Semarang yang diperkirakan berdampak pada sekitar 800 pekerja, serta PT Samwon di Jepara yang berencana melakukan PHK terhadap sekitar 670 pekerja. Informasi ini masih bersifat awal dan akan kami dalami lebih lanjut di lapangan," kata Said Iqbal dalam keterangan tertulis, Kamis (23/7/2026).