Pedro Sanchez Janjikan Penanganan Cepat Krisis Migrasi Ceuta

Share

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez berjanji memberikan tanggapan cepat guna memulihkan situasi di Ceuta usai kedatangan lebih dari 1.500 migran yang memicu kondisi darurat kemanusiaan di wilayah perbatasan selatan tersebut.

Pemerintah Spanyol mulai memobilisasi seluruh sumber daya serta meningkatkan koordinasi dengan otoritas Maroko dan pihak internasional. Langkah ini diambil setelah Presiden Kota Otonom Ceuta Juan Vivas menyatakan pusat-pusat penampungan migran telah mengalami kelebihan kapasitas akibat kedatangan rata-rata 200 orang per hari melalui jalur laut.

Sánchez mengonfirmasi bahwa pimpinan eksekutif terus bekerja intensif untuk menangani lonjakan tekanan migrasi di kawasan tersebut.

"Pemerintah Spanyol fokus memberikan tanggapan segera terhadap situasi di Ceuta," kata Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez.

Ia menjelaskan bahwa koordinasi lintas lembaga dan negara terus dilakukan secara terukur demi menstabilkan keadaan.

"Pemerintah mengerahkan semua sumber daya yang diperlukan, bekerja sama dengan otoritas Maroko dan internasional, serta menyiapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk mengembalikan normalitas secepat mungkin," ujar Pedro Sánchez.

Sánchez juga berkomunikasi langsung dengan pimpinan daerah setempat guna memastikan komitmen penuh dari pemerintah pusat.

"Ini saatnya membangun solusi, dengan rasa tanggung jawab dan kerja sama," tegas Pedro Sánchez.

Sebelumnya, lonjakan kedatangan migran dalam beberapa hari terakhir membuat fasilitas penampungan di Ceuta tidak mampu lagi menampung jumlah kedatangan yang terus meningkat.

"Dalam beberapa hari terakhir, lebih dari 1.500 migran telah tiba di Ceuta melalui jalur laut," kata Presiden Kota Otonom Ceuta, Juan Vivas.

Ia menambahkan bahwa ritme kedatangan yang masif memperburuk kondisi operasional penampungan di lapangan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author