Corinthians Rotasi Skuad Hadapi Athletico Paranaense di Laga Brasileirao
Pelatih Corinthians Fernando Diniz memutuskan untuk menyimpan sejumlah pemain pilar saat melakoni laga kandang pekan ke-21 Brasileirao 2026 melawan Athletico Paranaense di Neo Quimica Arena, Kamis (30/7/2026) malam. Langkah rotasi besar-besaran tersebut diambil staf kepelatihan untuk menjaga kondisi fisik para pemain utama menjelang pertandingan krusial leg pertama babak 16 besar Copa do Brasil menghadapi Internacional pada Ahad (2/8/2026) mendatang. Akibat kebijakan strategi ini, dua bintang utama Corinthians, yakni penyerang Yuri Alberto dan gelandang Rodrigo Garro, harus mengawali pertandingan dari bangku cadangan.
Corinthians yang mengumpulkan 28 poin di posisi kesembilan klasemen sementara membutuhkan kemenangan untuk mendekati zona enam besar, sementara Athletico Paranaense berada di peringkat ketiga dengan raihan 36 poin.
Selain strategi menyimpan pemain, Timao juga dihantam badai cedera dengan absennya penyerang Pedro Raul dan bek kiri Matheus Bidu yang sama-sama mengidap keluhan nyeri pada area pubis. Daftar penyerang Corinthians yang absen kian panjang karena Kayke dan Vitinho masih menjalani masa pemulihan pascaoperasi lutut, ditambah gelandang Alex Santana yang mengalami trauma lutut kanan serta bek Hugo Farias yang dalam masa transisi fisik.
Sektor pertahanan Corinthians juga kehilangan Fabrizio Angileri akibat sanksi akumulasi kartu kuning, sedangkan proses negosiasi perpanjangan kontrak penyerang asal Belanda Memphis Depay masih terus berjalan. Bagi Pedro Raul, masalah medis ini kian membatasi menit bermainnya sepanjang musim 2026, di mana sang striker tercatat baru tampil dalam 25 laga dengan durasi 492 menit dan mengemas satu assist.
Di sisi tim tamu, pelatih Athletico Paranaense Odair Hellmann juga memilih mengistirahatkan dua pemainnya, Esquivel dan Luiz Gustavo, yang tidak diikutkan dalam rombongan menuju Sao Paulo. Penerbangan skuad Athletico Paranaense dari Curitiba menuju Sao Paulo sempat mengalami kendala dan penundaan akibat cuaca buruk serta angin kencang yang melanda wilayah Selatan dan Tenggara Brasil pada Rabu sore. Di lapangan, jalannya laga diawali dengan ancaman Athletico Paranaense setelah memanfaatkan kesalahan umpan barisan belakang Corinthians, tetapi umpan silang Leozinho gagal dimaksimalkan lini depan tim tamu.