BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang Hingga 1 Agustus 2026

Share

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi hujan lebat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia pada Jumat, 31 Juli 2026 hingga Sabtu, 1 Agustus 2026. Cuaca ekstrem ini terjadi meski sebagian besar wilayah Tanah Air telah memasuki puncak musim kemarau.

BMKG mencatat bahwa sebanyak 509 Zona Musim atau sekitar 72,8 persen wilayah Indonesia sebenarnya sudah masuk musim kemarau pada Dasarian II Juli 2026. Curah hujan kategori rendah bahkan mendominasi hingga 92,93 persen wilayah, sedangkan kategori tinggi hanya tersisa 0,45 persen.

"Hingga periode tersebut, sebanyak 509 Zona Musim atau sekitar 72,8 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau," tulis BMKG dalam keterangannya.

Meskipun kondisi kering mendominasi akibat pengaruh El Nino dengan Indeks Nino 3.4 tercatat +2,26, fenomena atmosfer lain memicu pembentukan awan hujan lokal. Aktivitas Gelombang Kelvin, Gelombang Rossby Ekuatorial, serta Madden-Julian Oscillation (MJO) terpantau masih aktif melintasi sebagian wilayah Indonesia.

BMKG juga mendeteksi keberadaan Siklon Tropis Noul di Laut Filipina serta dua sirkulasi siklonik di Laut China Selatan dan Samudra Pasifik timur Filipina. Kondisi ini membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang mengumpulkan massa udara pembentuk awan hujan secara masif.

Prakirawan BMKG Nazmi memaparkan gambaran cuaca harian yang sempat menunjukkan dominasi awan tebal di berbagai kota besar, sebelum potensi hujan lebat meluas di beberapa daerah.

"Hujan ringan diprakirakan mengguyur Kota Medan (Sumatera Utara), Bengkulu, Tanjung Pinang (Kepulauan Riau), Palembang (Sumatera Selatan), dan Bandar Lampung," katanya.

Nazmi menambahkan bahwa wilayah pulau lain juga mengalami variasi cuaca serupa, dari berawan tebal hingga potensi cuaca buruk yang perlu diwaspadai masyarakat setempat.

"Waspada hujan yang dapat disertai petir di Kota Banjarmasin (Kalimantan Selatan)," tutur Nazmi.

Ia juga menyoroti kondisi di wilayah timur Indonesia yang didominasi cuaca cerah berawan hingga hujan ringan, dengan perhatian khusus pada kawasan Indonesia tengah.

"Kota Sorong (Papua Barat Daya) dan Merauke (Papua Selatan) diprakirakan berawan tebal, sedangkan hujan ringan diprakirakan mengguyur wilayah Jayapura (Papua)," tutur Nazmi.

Selain itu, fenomena atmosfer ini memicu peningkatan kecepatan angin permukaan hingga lebih dari 20 knot di beberapa perairan. BMKG memproyeksikan potensi hujan lebat pada 31 Juli 2026 bakal melanda Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, hingga Papua Pegunungan.

Sementara itu, wilayah yang berada dalam status waspada angin kencang meliputi Bali, Banten, Jawa Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara. Peningkatan kewaspadaan diimbau guna mengantisipasi ancaman banjir, tanah longsor, genangan air, hingga pohon tumbang.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author