St Gallen Akui Keunggulan Benfica usai Tersingkir dari Liga Europa

Share

Kapten St. Gallen Lukas Gortler mengakui Benfica sebagai lawan tersulit setelah timnya dipastikan tersingkir dari babak kualifikasi Liga Europa pada pertandingan leg kedua, Kamis.

Kekalahan tersebut memaksa klub asal Swiss tersebut mengakhiri langkah mereka di kualifikasi Liga Europa dan harus terlempar ke kompetisi Conference League untuk menghadapi Sheriff Tiraspol.

St. Gallen sebenarnya sempat menaruh harapan tinggi pada awal laga, tetapi gol cepat Benfica langsung merusak rencana permainan yang telah disiapkan.

"Kami ingin mengejutkan Benfica lagi. Kami tahu pertandingan akan jauh lebih sulit daripada minggu lalu, karena di stadion ini kami tidak merasakan energi yang diberikan pendukung kami di rumah. Saya pikir kami memiliki lima menit pertama yang sangat baik, kami berpikir bisa mendapatkan sesuatu dari pertandingan ini, tetapi kami kebobolan gol sangat awal dan setelah itu menjadi sulit.

Saat jeda kami masih percaya karena agregat masih imbang, tetapi di babak kedua… kami harus menerimanya. Mungkin kami mendapatkan tim tersulit dari semuanya pada fase ini. Kami memiliki pertandingan bersejarah untuk klub kami minggu lalu, tetapi mereka adalah tim yang lebih baik," kata Lukas Gortler, Kapten St.

Gallen.

Pertandingan di markas Benfica memberikan kesan mendalam bagi sang kapten yang belum pernah tampil di stadion megah Eropa sepanjang kariernya.

"Saya berusia 32 tahun dan tidak pernah berpikir akan bermain di salah satu stadion ini. Ini adalah malam yang spesial bagi saya, saya sangat menghormati klub ini. Saya ingin menang, tetapi bermain di sini adalah kenangan besar, saya mendapat kesempatan untuk bermain di salah satu stadion terindah di Eropa," kata Lukas Gortler, Kapten St. Gallen.

Kini St. Gallen harus mengalihkan fokus mereka ke babak kualifikasi Conference League untuk mengamankan tempat di babak utama.

"Saya tidak terlalu mengenal mereka… ini menjadi semakin sulit, tetapi mungkin kami memiliki lebih banyak peluang untuk melangkah maju. Kami ingin mencapai fase liga Conference League. Saya pikir pertandingan tandang akan lebih mudah daripada yang ini.

Saya ingin memainkan laga eliminasi ini terlebih dahulu di Lisbon untuk kemudian memutuskannya di kandang," kata Lukas Gortler, Kapten St. Gallen.

Di sisi lain, Benfica tidak diperkuat gelandang asal Norwegia, Fredrik Aursnes, dalam laga tersebut akibat mengalami masalah otot pada paha kirinya setelah kembali dari tugas membela negara di Piala Dunia 2026.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: benfica Liga Europa St Gallen
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author