FC Twente Tahan Ferencvaros Tetapi Gagal Lolos Europa League
FC Twente harus terhenti di babak kualifikasi kedua Europa League setelah bermain imbang 2-2 melawan Ferencvaros pada Kamis, 30 Juli 2026. Hasil ini membuat wakil Belanda kalah agregat 3-4 akibat kekalahan 1-2 pada laga pertama di Enschede.
Pertandingan yang berlangsung di Hungaria tersebut memaksa FC Twente terlempar ke babak kualifikasi ketiga Conference League. Tuan rumah membuka keunggulan lebih dulu lewat eksekusi penalti Toon Raemaekers setelah Thomas van den Belt melakukan pelanggaran di area terlarang.
Ferencvaros harus bermain dengan sepuluh orang usai Philippe Rommens menerima kartu merah langsung setelah intervensi VAR akibat pelanggaran terhadap Ramiz Zerrouki. Kendati unggul jumlah pemain, lini pertahanan Twente kembali terbobol melalui gol Lenny Joseph pada awal babak kedua.
Skuad asuhan John van den Brom baru mampu menipiskan ketertinggalan lewat sundulan Wout Weghorst yang memanfaatkan umpan Pjaca. Menjelang laga berakhir, Vennegoor of Hesselink menyamakan kedudukan menjadi 2-2, namun waktu tersisa tidak cukup untuk mencetak gol pembalik keadaan.
Kapten FC Twente, Bart van Rooij, menyoroti tempo permainan timnya yang dinilai terlalu lambat pada awal laga.
"Mereka benar-benar menutup rapat pertahanan di belakang," kata Bart van Rooij, bek kanan FC Twente.
Ia menambahkan bahwa timnya terlalu banyak menguasai bola tanpa arah dan tidak mengalirkan bola dengan cepat ke area lawan.
"Kami masih harus melakukannya dengan lebih baik. Temponya terlalu rendah. Kami terlalu banyak berputar-putar dan mengoper bola dari kiri ke kanan dengan tempo yang terlalu lambat. Pada satu titik kami memberikan segalanya dan bola bisa saja jatuh dengan baik," ujar Bart van Rooij.
Pemain asal Belanda itu juga mengakui sulitnya menembus pertahanan lawan yang bermain sangat disiplin.
"Mungkin itu kesimpulan paling menyakitkan hari ini. Kami mengusung permainan sepak bola yang baik, dan itu tidak muncul di awal. Kami berdiri dengan terlalu banyak orang di belakang bola. Kami harus menarik mereka keluar dengan pergerakan lari, tetapi menjadi sangat sulit bermain di sini," kata Bart van Rooij.
Mengenai kepastian berlaga di Conference League, sang kapten menilai hasil ini menjadi realitas yang harus diterima timnya saat ini.
"Sayangnya kita harus menyimpulkan demikian. Jika melihat pertandingan pertama, Anda tahu ada peluang di sana. Mereka bermain lebih bertahan.
Winger kiri mereka misalnya punya disiplin tinggi dan menjalankan tugasnya dengan baik. Kami seharusnya melakukan ini dengan lebih baik hari ini," tutur Bart van Rooij.
Sementara itu, pelatih John van den Brom merasa kecewa dengan hasil yang didapat anak asuhnya sepanjang laga.
"Kita membiarkan diri kita dibuat gila, sebuah pelajaran mahal," kata John van den Brom, pelatih FC Twente.
Kekecewaan senada juga disampaikan oleh gelandang Ramiz Zerrouki terkait performa rekan-rekannya di lapangan.
"Anak-anak tidak fokus," ujar Ramiz Zerrouki, gelandang FC Twente.
Pemain depan Daan Rots pun menilai timnya melewatkan kesempatan besar untuk mengamankan kemenangan.
"Padahal peluang itu ada, ini sebuah pukulan telak," kata Daan Rots, penyerang FC Twente.
Atas hasil ini, FC Twente dijadwalkan bakal berhadapan dengan wakil Slowakia, DAC 1904, pada babak kualifikasi ketiga Conference League yang dimulai pekan depan di De Grolsch Veste.