Bule Wanita Hadang dan Berlutut di Depan Mobil di Nusa Dua Bali
Aksi seorang warga negara asing (WNA) wanita yang nekat menghadang mobil di tengah jalan menjadi viral di media sosial. Peristiwa tersebut diketahui terjadi di kawasan Jalan Tugu Ngurah Rai, Nusa Dua, Badung.
Dikutip dari Detik Travel, insiden mengejutkan ini berlangsung pada Kamis (21/5) malam. Berdasarkan rekaman video dari seorang sopir bus, bule perempuan tersebut berdiri di lajur jalan guna menghentikan mobil putih yang sedang melintas.
Setelah mobil berhenti, perempuan asing itu langsung berlutut di aspal. Ia juga tampak mengatupkan kedua tangannya di depan dada seperti sedang memohon pertolongan kepada pengendara.
Situasi semakin menegangkan ketika seorang pria asing datang menghampiri dari arah yang sama. Pria tersebut langsung mengangkat dan menyeret wanita itu kembali ke tepi jalan.
Saat digendong paksa, bule wanita itu terlihat memberontak dan berteriak histeris. Kejadian ini sontak menarik perhatian warga setempat yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Warganet di media sosial pun ramai mempertanyakan latar belakang insiden tersebut. Banyak pengguna internet yang merasa cemas dengan keselamatan bule perempuan itu.
Salah satu akun @bali***** menuliskan komentar akan kemungkinan adanya ancaman kepada wanita tersebut.
"Itu bule minta tolong, mungkin ada suatu ancaman dari pria itu," komentarnya.
Kekhawatiran mengenai adanya dugaan tindakan kekerasan juga disampaikan oleh netizen lain.
Akun lainnya @gd***** juga berkomentar soal kemungkinan adanya tindak kekerasan.
"Korban kekerasan dari pasangannya sptinya, minta tolong itu, kalau bener korban kekerasan, bs mati itu disiksa setelah dia sudah berani minta tolong gtu di publik, perlukah diselidiki? @ditreskrimum.poldabali @poldabali @polresnusa," ketiknya.
Rasa iba terhadap kondisi WNA tersebut turut mengalir di kolom komentar dari pengguna jalan yang melintas.
Akun lainnya, @key***** juga berkomentar serupa. "Itu minta tolong nggak sih? Tapi nggak ada yang ngeh, kasihan deh," katanya.
Selain menyatakan simpati, sejumlah warganet juga menyayangkan sikap masyarakat di lokasi yang dinilai pasif dan tidak langsung memberikan bantuan.
Hingga kabar ini disiarkan, pihak Kepolisian Resor Kota (Polresta) Denpasar belum memberikan konfirmasi resmi mengenai kronologi maupun penyebab keributan sesama warga asing tersebut.