Huang Tian: Against Heaven, RPG Kultivasi Roguelike dengan Permanent Death
Pagi itu, di sela kabar-kabar industri yang biasanya datang dari studio besar, perhatian justru tersedot ke sebuah proyek dari developer asal Cina yang memilih jalur berbeda: meracik pengalaman singleplayer dengan rasa khas kultivasi, lalu dibungkus mekanik roguelike yang menuntut nyali.
Salah satu yang menonjol adalah Huang Tian: Against Heaven. Game garapan Wangxushe ini mengambil estetika Kultivasi ala Xianxia, dipadukan dengan gaya action-RPG yang diberi bumbu roguelike, serta disajikan lewat perspektif kamera top-down. Tak cuma soal tampilan, namun juga soal cara pemain “dibentuk” untuk bertahan—karena sistem permanen death menjadi salah satu identitas yang ditekankan.
Trailer baru, lebih banyak aksi yang ditunjukkan
Proyek ini sudah digarap sejak 2024, tetapi baru diperdana ke publik pada awal 2025. Setelah fase pengenalan itu, perhatian kembali menguat ketika developer merilis trailer anyar yang memperlihatkan lebih banyak adegan gameplay—seolah menjawab pertanyaan yang selama ini menggantung: seperti apa ritme pertarungannya, dan bagaimana pemain akan berhadapan dengan mekanik yang dibawa sejak awal.
Rilisnya trailer juga memberi isyarat bahwa pengembangan sudah melewati tahap “pembuktian konsep” dan mulai menampilkan potongan-potsongan yang lebih berisi tentang aksi yang bisa diekspektasikan dari dalam game. Bagi penggemar genre singleplayer, momen seperti ini sering menjadi penanda: sebuah game tengah mendekati bentuk finalnya, meski garis waktunya masih belum pasti.
Kultivasi, Xianxia, dan rasa action-RPG
Yang membuat Huang Tian: Against Heaven terasa spesifik bukan hanya karena genre yang ia pakai, melainkan karena ia menggabungkan beberapa lapisan rasa. Kultivasi ala Xianxia menjadi fondasi tematiknya, sementara action-RPG memberi ruang bagi pemain untuk merasakan tempo pertarungan yang dinamis.
Perspektif top-down menambah karakter tersendiri. Dalam framing seperti ini, pemain cenderung lebih sering membaca posisi lawan, mengukur jarak, serta mengatur ritme serangan. Saat action-RPG bertemu kamera seperti ini, pengalaman yang muncul biasanya lebih taktis—bukan sekadar refleks, namun juga pemahaman medan dan pola gerak musuh.
Roguelike dan permanent death yang mengubah cara bermain
Pilihan elemen roguelike terdengar seperti keputusan desain yang tak ringan, karena permanent death memang ditonjolkan dalam subgenre tersebut. Artinya, ketika karakter tumbang, progress permainan tidak sekadar “berulang dari pos pemeriksaan”, melainkan bergantung pada kemampuan pemain untuk memahami fitur dan mekanisme yang disajikan dalam gamenya.
Konsekuensi dari permanen death adalah cara pemain memandang setiap kesempatan. Ia tak lagi sekadar mencoba satu build sampai tembus, melainkan menguji pemahaman: apa yang bekerja, apa yang gagal, dan bagaimana strategi bisa disusun ulang berdasarkan pelajaran dari percobaan sebelumnya.
Apakah akan rilis paling cepat 2028?
Di tengah informasi yang masih terbatas, muncul pertanyaan yang cukup mengakar: seberapa cepat game ini bisa sampai ke tangan pemain? Melansir dari Dianwan Bang, Huang Tian: Against Heaven belum memiliki target tanggal perilisannya. Developer mengaku masih membutuhkan waktu pengembangan setidaknya lebih dari satu tahun.
Alasan yang dibawa juga cukup jelas: studionya sendiri berisi 11 orang, dan proses pengembangan dilakukan tanpa bantuan investor. Dalam industri, konfigurasi semacam ini sering berarti ruang gerak tim lebih sempit, sehingga kecepatan penyelesaian bergantung pada ritme kerja internal.
Namun, rencana tidak berhenti di situ. Saat ini, developer disebut berencana untuk segera membuka pendanaan melalui crowdfunding lewat platform Modian di Cina. Langkah ini biasanya jadi jalan tengah ketika pengembangan berjalan tetapi kebutuhan sumber daya tambahan muncul, baik untuk mempercepat pengerjaan maupun memperluas cakupan produksi.
Platform PC, halaman Steam disiapkan
Untuk platform, Huang Tian: Against Heaven direncanakan meluncur untuk PC. Pada fase berikutnya, developer juga tengah mempersiapkan peluncuran halaman Steam dalam waktu dekat.
Meski begitu, belum ada informasi lebih lanjut apakah game ini akan hadir dalam bahasa selain bahasa Cina pada hari peluncurannya. Keterbukaan mengenai opsi bahasa sering menjadi penentu besar bagi pemain di luar wilayah asal proyek—karena menyangkut pengalaman membaca sistem, memahami dialog, serta menangkap nuansa narasi.
Ruang yang tersisa: dari trailer sampai kepastian rilis
Sementara trailer anyar menunjukkan lebih banyak aksi gameplay, titik paling penting tetap berada di bagian yang belum dijelaskan: kapan tepatnya game ini bisa dimainkan secara penuh dan sejauh mana ruang pengembangan akan berjalan di luar batas “lebih dari satu tahun” yang disebutkan. Apalagi, struktur tim yang relatif kecil menandakan setiap tahapan bisa berlangsung lebih bertahap.
Bagi penggemar kultivasi Xianxia yang menikmati singleplayer, formula Huang Tian: Against Heaven menawarkan daya tarik yang tidak biasa: suasana kultivasi, sentuhan action-RPG, dan tuntutan roguelike lewat permanent death yang memaksa pemain belajar dari kegagalan. Namun, bagi yang menunggu kepastian, semua masih bergantung pada rencana pendanaan dan kelanjutan timeline pengembangan.
Yang terlintas setelah melihat kabar ini
Di antara janji trailer dan keterbatasan informasi rilis, perhatian bergeser ke satu hal: apakah mekanik permanent death benar-benar akan terasa “adil”—yakni cukup memberi ruang strategi dan pemahaman—atau justru menjadi dinding yang terlalu keras bagi pemain yang belum terbiasa dengan ritme roguelike.
Huang Tian: Against Heaven juga menyisakan ruang diskusi lain: bagaimana game ini akan mengelola transisi dari tema kultivasi ke sistem pertarungan action-RPG, dan bagaimana desain top-down akan memaksimalkan kebebasan pemain dalam menghadapi ancaman yang terus berubah.
Dan mungkin itulah alasan kabar ini tetap relevan meski tanggal rilis belum disebutkan: ia memberi cukup bahan untuk membayangkan, tetapi tidak terlalu cepat mengklaim kepastian. Pada akhirnya, yang dinanti bukan sekadar “kapan rilis”, melainkan apakah setiap pilihan desain—mulai dari tema Xianxia hingga roguelike dengan permanent death—bertemu dalam satu permainan yang utuh dan layak ditunggu.
Nah, kira-kira bagaimana tanggapanmu mengenai hal ini? Yuk, langsung saja share pendapatmu di kolom komentar.