Kemendikdasmen Dorong Pendidikan Jarak Jauh Tekan Angka Anak Tidak Sekolah

Share

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah merespons tingginya angka anak tidak sekolah di Indonesia dengan meluncurkan kebijakan Pendidikan Jarak Jauh jenjang SMA. Langkah ini diambil untuk mengatasi 4 juta anak yang tercatat tidak mengenyam pendidikan formal per Juni 2026, seperti dilansir dari Detikcom.

Jumlah anak tidak sekolah tersebut mencakup tiga kategori utama, yakni belum pernah bersekolah, putus sekolah, serta lulus tidak melanjutkan. Guna mengoptimalkan kebijakan tersebut, pemerintah telah melibatkan 132 satuan pendidikan sebagai sekolah induk penyelenggara Pendidikan Jarak Jauh.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq menyampaikan bahwa pemerintah tengah menyiapkan aturan baru untuk memperkuat tata kelola program ini agar sesuai dengan tantangan zaman, memperbarui Permendikbud Nomor 119 Tahun 2014.

"Pak Abdul Mu'ti menyampaikan PJJ ini bukan kelas 2 atau bukan tambahan. Tetapi ini menjadi alternatif ketika putra-putri kita mengalami keterbatasan secara ekonomi, geografi, sosial, dan kebutuhan khusus," kata Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq.

Pemerintah memastikan mutlak bahwa kualitas sistem pembelajaran ini dirancang setara dengan sekolah reguler pada umumnya.

"Kami ingin mengatakan kualitas PJJ ini sama setara dengan pendidikan formal pada umumnya. PJJ yang akan kita dorong hari ini adalah PJJ pendidikan formal level SMA," kata Fajar Riza Ul Haq.

Seluruh kelulusan siswa PJJ nantinya diakui secara resmi melalui dokumen ijazah yang dikeluarkan langsung oleh sekolah induk terkait.

"Rapor terintegrasi. Rapor dikeluarkan dari sekolah induk, ijazah dari sekolah induk," kata Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi PKPLK Tatang Muttaqin.

Ijazah dan rapor resmi tersebut memberikan hak penuh kepada para lulusan PJJ untuk bersaing dalam seleksi masuk perguruan tinggi negeri.

"Kalau punya rapor selama 3 tahun, mereka juga bisa mengikuti SNBP. Tapi, kalau misalnya tidak melalui SNBP, dia bisa ikut jalur UTBK-SNBT," kata Tatang Muttaqin.

Berbeda dari konsep SMA Terbuka yang masih mengharuskan kunjungan guru secara berkala, mekanisme PJJ menerapkan sistem pembelajaran dan asesmen secara penuh secara daring.

"Optimis yang penting anak-anak memiliki kesempatan yang sama," kata Tatang Muttaqin.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author