Rudal Iran Hantam Gedung China di Kuwait dan Tewaskan Pekerja
Serangan rudal militer Iran menghantam sebuah gedung milik perusahaan asal China di wilayah utara Kuwait hingga menewaskan seorang pekerja pada Kamis (30/7/2026) pagi. Insiden melintasi batas negara ini merusak struktur bangunan secara signifikan, seperti dilansir dari Detikcom.
Kementerian Pertahanan Kuwait mengonfirmasi terjadinya benturan proyektil tersebut melalui pangkalan media sosial resmi mereka.
"Agresi keji Iran menargetkan sebuah gedung milik perusahaan China di bagian utara negara, mengakibatkan kematian seorang pekerja dan menyebabkan kerusakan material yang parah pada bangunan tersebut," kata Kementerian Pertahanan Kuwait.
Otoritas keamanan setempat langsung dikerahkan menuju lokasi kejadian untuk menangani dampak dari serangan udara militer Iran tersebut.
"Pihak berwenang terkait segera mulai mengambil tindakan yang diperlukan dan menanggapi insiden tersebut dalam koordinasi dengan lembaga-lembaga terkait," kata Kementerian Pertahanan Kuwait.
Angkatan bersenjata Kuwait menegaskan komitmen penuh dalam menjaga kedaulatan wilayah serta keselamatan warga negara dan warga asing. Wilayah Kuwait bersama Yordania terus menjadi sasaran tembak drone serta rudal Iran sejak eskalasi perang Timur Tengah memuncak.
Eskalasi militer ini meningkat setelah militer Amerika Serikat melancarkan serangan udara balasan selama dua jam yang menargetkan puluhan titik pangkalan Iran pada Rabu (29/7). Pemboman AS tersebut menyasar kawasan permukiman Chah Tangu di Pulau Qeshm, Iran, dan menewaskan satu keluarga.
"Serangan AS terhadap sebuah rumah tinggal di kawasan Chah Tangu, Qeshm, menewaskan tiga anggota keluarga: ayah, ibu, dan anak mereka yang berusia 2 tahun," kata Universitas Ilmu Kedokteran Hormozgan sebagaimana dilaporkan kantor berita Fars.
Penyerangan udara AS dilakukan menyusul aksi penghadangan rudal balistik Iran yang diarahkan ke pangkalan militer Amerika Serikat di Yordania pada Selasa (28/7).
"Kita akan menyerang mereka dengan sangat keras," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan bahwa aksi militer yang berlangsung sejak pukul 20.00 ET hingga 22.00 ET tersebut bertujuan melumpuhkan infrastruktur strategis lawan.
"CENTCOM menyerang puluhan target Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di Iran, termasuk pusat komando militer, fasilitas rudal dan drone, situs pengawasan dan pertahanan pantai, serta kemampuan maritim," kata CENTCOM dalam keterangan resminya.