PGN Dampingi Bank Sampah Cilegon Olah Ratusan Kilo Plastik

Share

Program Rumah Hijau Nusantara berhasil mengolah sebanyak 871 kilogram sampah plastik di Kota Cilegon menjadi aneka produk bernilai tambah, dilansir dari Detik Finance. Inisiatif ini dijalankan oleh PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) dengan menggandeng Pemerintah Kota Cilegon, Kertabumi Recycling Centre, National Geographic Indonesia, serta Bank Sampah Al-Bustaniyah Cilegon. Hasil dari pengolahan limbah plastik tersebut mencakup berbagai barang pakai seperti furnitur, tempat tisu, gantungan kunci, hingga tasbih.

Selain memperluas kapasitas pengolahan limbah, skema kolaborasi ini turut merancang kepastian pasar bagi setiap barang daur ulang yang dihasilkan.

Guna menunjang operasional, PGN menyalurkan seperangkat armada mesin kepada Bank Sampah Al-Bustaniyah, meliputi mesin pencacah (shredder), mesin extruder, cold press, scroll and table saw, serta oven. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cilegon, Sabri Malyudin, menegaskan bahwa tantangan utama pengelolaan sampah tidak sekadar penyediaan sarana fisik, melainkan pengembangan pasar yang berkelanjutan.

"Dalam pengelolaan sampah, pengembangan ekonomi sirkular perlu diikuti penguatan hilirisasi agar produk hasil pengolahan sampah memiliki pasar yang berkelanjutan," ujarnya. Sabri menambahkan bahwa aspek hilirisasi sangat krusial agar hasil olahan memiliki nilai ekonomi yang stabil. Ia mendorong potensi kerja sama dengan Dinas Koperasi untuk mempromosikan produk melalui pameran maupun ajang daerah.

"Kami mengapresiasi dukungan PGN melalui Program Rumah Hijau Nusantara dan berharap program ini dapat terus berlanjut, dibina, serta dikembangkan sehingga memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat Kota Cilegon," tambah Sabri.

Komitmen PGN dalam Ekosistem Ekonomi Sirkular

Sementara itu, Division Head CSR PGN, Krisdyan Widagdo Adhi, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk penerapan pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular yang didorong perusahaan.

"Melalui program ini, PGN ingin menunjukkan bahwa sampah bukan lagi dipandang sebagai limbah, melainkan sumber daya yang memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik. Inisiatif ini juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong ekonomi sirkular berbasis masyarakat," ujarnya. Menurut Krisdyan, keberhasilan pengelolaan limbah perlu disokong oleh ekosistem terpadu guna menjaga kelangsungan roda ekonomi warga lokal. "Produk hasil olahan Bank Sampah Al-Bustaniyah diharapkan dapat dimanfaatkan, termasuk oleh PGN, sehingga tercipta perputaran ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," jelasnya.

Langkah jangka panjang PGN juga mencakup peran sebagai penghubung pembeli (offtaker) untuk menyerap produk daur ulang lewat program pendampingan UMKM dan perluasan akses pasar.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author