7 Tradisi Unik Perayaan Hari Kemerdekaan di Berbagai Negara
Published
·
2 Reads
Setiap negara memiliki cara tersendiri dalam merayakan hari kemerdekaan melalui berbagai tradisi yang sarat makna. Berikut adalah 7 tradisi unik perayaan hari kemerdekaan di berbagai negara yang masih lestari hingga kini.
- Indonesia: Panjat Pinang — Tradisi perlombaan yang hadir sejak masa kolonial ini kini melambangkan semangat kerja sama, gotong royong, dan perjuangan bersama. Pohon pinang yang dilumuri pelumas harus dipanjat oleh peserta untuk meraih hadiah di puncaknya.
- India: Festival Layang-layang — Diberlangsungkan setiap 15 Agustus, tradisi menerbangkan layang-layang berwarna-warni di langit kota menjadi simbol kebebasan dan persatuan setelah lepas dari penjajahan Inggris.
- Meksiko: El Grito de Dolores — Dilaksanakan setiap malam menjelang 16 September, Presiden dan kepala daerah membunyikan lonceng serta mengulang pekik kemerdekaan dari balkon gedung pemerintahan yang disambut sorak seruan nasionalisme oleh masyarakat.
- Finlandia: Dua Lilin di Jendela — Peringatan Hari Kemerdekaan setiap 6 Desember diwarnai dengan penyalaan dua lilin di setiap jendela rumah saat malam tiba sebagai lambang harapan, kebebasan, dan penghormatan kepada pejuang.
- Prancis: Bals des Pompiers — Perayaan Hari Bastille setiap 14 Juli diramaikan dengan pesta dansa di markas pemadam kebakaran, diselingi pertunjukan musik, parade militer di Champs-Élysées, serta kembang api.
- Korea Selatan: Pengibaran Taegukgi — Pada peringatan Gwangbokjeol setiap 15 Agustus, masyarakat mengibarkan bendera nasional Taegukgi di rumah dan fasilitas umum serta menggelar pertunjukan seni untuk merayakan berakhirnya pendudukan Jepang.
- Haiti: Menyantap Sup Joumou — Setiap 1 Januari, warga Haiti memasak dan menyantap sup labu yang dulunya dilarang bagi kaum terbuang sebagai simbol kebebasan dan kesetaraan yang diakui UNESCO.
Meski memiliki ragam tradisi yang berbeda, seluruh perayaan tersebut bertujuan mengenang perjuangan pahlawan, memperkuat persatuan, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap bangsa dan negara.
Follow publika.id on Google News
Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author