Memahami Perbedaan Utama MSG dan Penyedap Rasa Bubuk

Share

Banyak masyarakat menganggap MSG dan penyedap rasa bubuk sebagai bahan yang sama. Padahal, keduanya memiliki fungsi, komposisi, dan cara penggunaan yang berbeda dalam pengolahan masakan, dilansir dari Detik Health. MSG atau Monosodium Glutamate merupakan penguat rasa murni yang memperkuat cita rasa umami.

Rasa gurih alami ini biasa ditemukan pada bahan makanan seperti tomat, jamur, rumput laut, daging, hingga keju. Berbeda dengan MSG, penyedap rasa bubuk merupakan bumbu racikan. Produk ini umumnya terdiri dari campuran garam, gula, rempah-rempah, ekstrak daging, perisa, serta tambahan MSG pada beberapa varian.

MSG berfungsi memperkuat rasa umami masakan agar lebih kaya dan seimbang. Bahan ini bekerja tanpa menambahkan rasa dominan asin maupun manis.

Proses pembuatan MSG menggunakan metode fermentasi yang mirip dengan pembuatan keju, yoghurt, atau kecap. Bahan bakunya memanfaatkan sumber karbohidrat seperti singkong, tebu, jagung, atau molase. Dalam pembuatan tersebut, mikroorganisme menghasilkan asam glutamat yang diproses menjadi MSG. Bagi kesehatan tubuh manusia, asam glutamat termasuk asam amino non-esensial yang berperan penting sebagai nutrisi otak.

Tubuh manusia mencerna asam glutamat dari MSG persis seperti asam glutamat alami pada daging, ikan, udang, maupun ASI. Jaringan otot dan otak manusia juga memproduksi serta menyimpan senyawa ini secara alami.

Perbandingan Karakteristik dan Penggunaan

Perbedaan mendasar kedua bahan ini terletak pada fleksibilitas penggunaannya saat memasak. MSG adalah bahan tunggal penyedia rasa umami yang tidak mengganggu racikan bumbu lain.

Ketika memasak hidangan tinggi protein seperti nasi goreng ayam, bumbu halus seperti bawang, kecap asin, dan lada sudah digunakan. Penambahan sedikit MSG di tahap akhir memperkuat gurih alami tanpa merusak keseimbangan rasa.

Sebaliknya, penyedap rasa bubuk membawa karakter rasa tersendiri dari pabrikan. Penggunaannya pada masakan yang sudah berbumbu dapat membuat rasa menjadi terlalu asin, sehingga memerlukan penyesuaian ulang.

Manfaat dan Langkah Penggunaan yang Tepat

Penggunaan MSG di dapur rumah tangga maupun industri kuliner bertujuan menjaga konsistensi rasa. Cita rasa masakan seperti tumisan, sup, capcay, mi goreng, hingga bakso menjadi lebih kaya tanpa perlu menambah banyak garam. Agar hasilnya optimal, penambahan MSG sebaiknya dilakukan menjelang masakan matang atau di tahap akhir memasak.

Gunakan secukupnya sesuai kebutuhan resep untuk memperkuat rasa bahan utama. Takaran garam juga perlu disesuaikan saat menggunakan MSG agar rasa makanan tetap seimbang. Hasil racikan akan maksimal bila dipadukan dengan bahan kaya umami seperti daging, kaldu, saus tiram, atau jamur.

Di pasaran, salah satu produk yang beredar adalah Sasa MSG. Produk ini diproses secara higienis melalui fermentasi tetes tebu alami untuk menghasilkan protein glutamat berkualitas.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: bumbu dapur MSG Penyedap Rasa
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author