Kemenperin Kajian Dampak Tarif Impor Amerika Serikat 10 Persen

Share

Kementerian Perindustrian memetakan dampak kebijakan tarif impor baru sebesar 10 persen yang diterapkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap sektor industri dalam negeri, sebagaimana dilansir dari Detik Finance, Kamis (30/7/2026).

Langkah evaluasi tersebut dilakukan setelah pemerintah Amerika Serikat menyasar 60 negara mitra dagang dalam kebijakan perdagangan terbarunya. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita telah memerintahkan jajaran internal untuk mengukur potensi imbas aturan ini secara mendalam.

Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arief, menjelaskan bahwa pihak kementerian juga akan menjalin kolaborasi dengan instansi pemerintah lain dalam proses analisis tersebut.

"Kalau soal itu kami sampaikan bahwa Kementerian Perindustrian masih akan mengkaji apa dampak dari kenaikan tarif itu terhadap industri dalam negeri. Kami pikir Bapak Menteri akan segera meminta internal Kementerian Perindustrian untuk mengkaji itu dan juga akan berkoordinasi dengan kementerian lembaga lain," kata Febri di kantor Kemenperin, Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Meskipun kajian resmi sedang berlangsung, pihak Kementerian Perindustrian mencatat belum ada laporan resmi terkait kendala operasional dari para pelaku usaha nasional. Namun, penyerapan aspirasi tetap berjalan melalui unit pembina di masing-masing sektor industri.

Kemenperin mengidentifikasi sejumlah komoditas ekspor utama yang berpotensi menghadapi tantangan akibat tarif baru tersebut, meliputi manufaktur alas kaki, produk furnitur, hingga industri peralatan listrik serta mesin.

"Sejauh ini belum, terutama saya sebagai Juru Bicara belum mendapatkan laporan. Mungkin pembina industri sudah ada yang mendapatkan laporan. Kita kan tahu bahwa ada beberapa industri yang orientasi ekspor ke Amerika Serikat seperti industri alas kaki, industri furnitur dan industri peralatan listrik mesin dan perlengkapannya begitu," kata Febri.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author