PT Vale Indonesia Catat Laba Bersih USD 104 Juta Semester I 2026

Share

PT Vale Indonesia Tbk berhasil mencatat laba bersih sebesar USD 104,37 juta pada semester I 2026, melonjak 313,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menurut laporan keuangan perusahaan.

Kenaikan laba ini didukung oleh pertumbuhan pendapatan sebesar 27,3% menjadi USD 543,07 juta serta efisiensi biaya produksi yang menekan beban pokok pendapatan hingga turun 1,5% menjadi USD 390,78 juta.

Margin laba kotor perusahaan meningkat tajam ke level 28% dari sebelumnya 7,1%, sementara laba usaha melonjak 2.056,6% menjadi USD 134,14 juta.

Produksi nikel matte selama enam bulan pertama 2026 turun sekitar 16,3% menjadi 29.773 metrik ton, sementara volume penjualan nikel matte turun menjadi 27.659 ton akibat perawatan fasilitas produksi pada kuartal II.

Presiden Direktur PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, mengatakan, "Kedatangan autoclave tersebut merupakan langkah maju yang signifikan dalam pengembangan rantai nilai bahan baku baterai terintegrasi di Indonesia serta memperkuat komitmen PT Vale untuk mendukung agenda hilirisasi nasional."

Perusahaan juga menginvestasikan sekitar USD 116 juta sepanjang kuartal II 2026 untuk mendukung proyek strategis dan pengembangan hilirisasi nikel.

Menurut laporan analis dari Stockbit, laba bersih ini sejalan dengan ekspektasi dan peningkatan margin yang kuat, terutama didorong oleh ekspansi margin dan penurunan beban pokok pendapatan meski pendapatan naik 27%.

Stockbit menilai, kinerja 2H26 akan didukung oleh rampungnya pembangunan furnace 3, peningkatan skala produksi bijih nikel, dan disiplin biaya nickel matte meskipun ada kenaikan harga energi akibat dinamika geopolitik.

Analis Citi mencatat, penjualan bijih nikel INCO naik tajam 37 kali lipat secara tahunan pada kuartal II, meskipun penjualan nikel matte hanya tumbuh 1% kuartalan karena perawatan tungku.

Citi merekomendasikan beli saham INCO dengan target harga Rp9.600 per saham, mencerminkan potensi kenaikan 106,9% dari harga saat ini, didukung oleh prospek pengembangan proyek hilirisasi dan revisi kuota RKAB.

Perusahaan mulai mencairkan fasilitas pinjaman sindikasi sebesar USD 100 juta untuk mendukung operasional dan ekspansi, mengingat kas dan setara kas menurun menjadi USD 110,66 juta pada akhir Juni 2026 dari USD 220,12 juta pada Maret 2026.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author