Sony Andalkan Peluncuran GTA VI Dorong Penjualan PS5 Meski Harga Memori Melonjak
Sony mengandalkan peluncuran Grand Theft Auto VI (GTA VI) pada 19 November 2026 untuk meningkatkan penjualan konsol PlayStation 5. Namun, kenaikan harga memori akibat permintaan investasi kecerdasan buatan menekan margin produksi perusahaan.
Meskipun Sony telah mengamankan pasokan memori untuk tahun keuangan ini, harga diperkirakan tetap tinggi tahun depan, menimbulkan kekhawatiran investor terkait biaya produksi. Analis Ampere Analysis menyebut peluncuran GTA VI dapat memperlambat penurunan penjualan PS5 dan mendukung penjualan perangkat lunak.
GTA V telah terjual hampir 230 juta kopi sejak 2013 dan peluncuran GTA VI mengalami dua penundaan. Analis Piers Harding-Rolls menyatakan, "Sony ingin GTA VI hadir lebih awal dalam siklus hidup PS5 untuk mendorong momentum selama adopsi cepat, bukan saat siklus mulai menurun."
Harding-Rolls menambahkan, "Harga PS5 saat ini sudah di atas level optimal terkait peluncuran GTA VI." GTA VI versi dasar di PS5 akan dijual seharga $79,99 dalam format digital saja. Sony merencanakan penghentian produksi cakram fisik mulai 2028 sebagai bagian dari transisi ke media digital.
Albertus Andaru Hutama, penggemar dari Jakarta, berharap GTA VI tersedia dalam bentuk cakram fisik meski harganya tinggi dan menantikan rilis game tersebut dengan antusias.
Analis Kantan Games, Serkan Toto, memperkirakan Sony akan mengurangi volume produksi tahun depan dan berharap harga memori menurun untuk mengurangi dampak finansial. Ia juga memprediksi platform game baru dengan fokus pada kemampuan portabel akan muncul sekitar akhir 2028.
Menurut analisis CLSA, PlayStation 6 perlu dibanderol harga premium, namun strategi tersebut dapat memengaruhi volume penjualan konsol.
Secara keseluruhan, GTA VI diprediksi menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali minat pada PS5, sementara tantangan utama tetap pada harga memori dan strategi Sony untuk generasi konsol berikutnya.