Pertahanan Udara Yordania Tembak Jatuh Lima Rudal Iran
Pertahanan udara Yordania mencegat lima rudal yang diluncurkan dari Iran pada Kamis (30/7) pagi waktu setempat. Aksi pencegatan ini terjadi usai militer Amerika Serikat menyelesaikan gelombang serangan besar terhadap target Iran sebagai balasan atas aksi penyerangan pangkalan militer AS di Yordania, dilansir dari Detikcom.
Pihak angkatan bersenjata Yordania memastikan tidak ada korban jiwa yang jatuh akibat jatuhnya material tembakan pencegatan rudal tersebut. Pernyataan ini disampaikan juru bicara militer Yordania melalui kantor berita Petra.
Sebelumnya, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi telah melancarkan serangan udara selama lebih dari dua jam terhadap puluhan target milik Korps Garda Revolusi Iran (IRGC). Sasaran mencakup pusat komando, fasilitas drone, situs pertahanan pantai, dan instalasi rudal.
Operasi militer tersebut dilakukan beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump menegaskan komitmennya untuk membalas serangan rudal Iran ke pangkalan militer tempat pasukan AS disiagakan di Yordania.
Serangan balasan ini juga menyusul aksi militer gabungan pasukan AS dan Arab Saudi terhadap kelompok milisi yang didukung Iran di wilayah Irak. Langkah militer itu mendapat penolakan keras dari Kementerian Luar Negeri Iran.
Pihak Teheran menilai tindakan militer gabungan Washington dan Riyadh sebagai bentuk pelanggaran kedaulatan Irak serta upaya memperluas potensi konflik kawasan.
"Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran mengutuk keras serangan agresif Amerika Serikat dan Arab Saudi di beberapa wilayah di Irak," ujar Kementerian Luar Negeri Iran.
Otoritas diplomatik Iran menilai tindakan penyerangan tersebut telah mencederai hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
"agresi terang-terangan terhadap kedaulatan nasional dan integritas teritorial Irak" dan "pelanggaran mencolok terhadap Pasal 2, Ayat 4 Piagam PBB dan aturan dasar hukum internasional."
Pemerintah Iran turut memperingatkan bahwa langkah militer tersebut berpotensi memicu eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Asia Barat.
"sejalan dengan ambisi Amerika Serikat dan rezim Zionis untuk memperluas cakupan perang dan konflik di kawasan Asia Barat."