Pemprov DKI Pasang Pelican Crossing Pengganti JPO Tendean Rusak
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengoperasikan fasilitas pelican crossing sementara di Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, untuk menggantikan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang mengalami kerusakan berat. Langkah ini diambil guna menjamin keselamatan pejalan kaki di area tersebut, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Pengoperasian fasilitas penyeberangan sementara ini melibatkan kolaborasi antara Dinas Bina Marga DKI Jakarta dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Penataan akses jalan juga dilakukan melalui pemasangan paving block di area median jalan.
Pemasangan pelican crossing ini ditujukan untuk mempermudah pergerakan masyarakat pascabongkarnya struktur JPO lama. Fasilitas penyeberangan tersebut kini sudah resmi difungsikan untuk memfasilitasi lalu lintas pejalan kaki di kedua sisi jalan.
"Fasilitas penyeberangan tersebut disediakan sebagai akses sementara bagi masyarakat pascapembongkaran JPO Tendean yang mengalami kerusakan berat akibat insiden beberapa waktu lalu, hingga dibangunnya kembali JPO pengganti," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga DKI Jakarta Siti Dinarwenny.
Pihak Dinas Bina Marga fokus pada penataan fisik infrastruktur pendukung di area median jalan demi kenyamanan pejalan kaki. Penyesuaian ini dirancang agar masyarakat dapat mengakses titik penyeberangan dengan lebih aman.
"Pemasangan paving block pada area median jalan untuk menghubungkan jalur penyeberangan di kedua sisi jalan, sehingga fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat secara optimal," ucap Siti Dinarwenny.
Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan turut mengonfirmasi bahwa penyeberangan tersebut telah dibuka dan dapat digunakan oleh masyarakat sejak Selasa (28/7). Personel di lapangan juga dikerahkan untuk melakukan sosialisasi kepada para pengguna jalan.
"Pelican crossing sudah bisa dipakai," kata Kepala Sudinhub Jaksel Bernad Octavianus Pasaribu.
Selain penyiapan fasilitas sementara, warga lokal turut menyambut baik pengoperasian pelican crossing di lokasi bekas JPO tersebut. Diharapkan penyeberangan ini terus mendapat pengawasan dari petugas lapangan.
"Senang adanya pelican crossing. Harapannya setiap pagi atau siangnya ada petugas biar menyeberangnya lancar, sebelum ada jembatan lagi gitu," kata Oki, seorang pekerja proyek yang sehari-hari melintas di area tersebut.
Berdasarkan data Dinas Perhubungan DKI Jakarta, volume lalu lintas di lokasi tersebut mencapai 2.579 kendaraan per jam, sementara jumlah pejalan kaki yang menyeberang mencapai 874 orang per jam. Pemprov DKI Jakarta memperkirakan anggaran pembangunan kembali JPO Tendean mencapai Rp 5–6 miliar dengan memanfaatkan skema pembiayaan Koefisien Lantai Bangunan (KLB).