Komisi V DPR Atasi Kekeringan Melalui Program Infrastruktur Air
Komisi V DPR RI menjalankan berbagai program infrastruktur air untuk mengatasi dampak kekeringan akibat musim kemarau di sejumlah wilayah Indonesia. Anggota Komisi V DPR RI Novita Wijayanti memaparkan langkah penanganan tersebut saat ditemui di kawasan Pulogebang, Jakarta Timur, pada Kamis (30/7/2026).
Langkah taktis ini diambil guna memastikan pasokan air bagi masyarakat dan sektor pertanian tetap terjaga selama masa kemarau, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Pihak legislatif memfokuskan bantuan pada perbaikan saluran distribusi air serta penampungan air di kawasan rawan bencana kekeringan.
Dalam keterangannya, Novita menegaskan komitmen parlemen dalam menyalurkan alokasi anggaran dan program kerja yang berfokus pada mitigasi krisis air bersih.
"Kita sudah banyak sekali program yang memang untuk men-support bagaimana menangani kekeringan," kata Novita Wijayanti, Anggota Komisi V DPR RI.
Politisi tersebut menjelaskan bahwa proyek pembangunan fisik difokuskan pada pembenahan sistem pengairan sawah agar ketahanan pangan tidak terganggu.
"Kita menurunkan program embung, kemudian kita juga menurunkan program irigasi, membenahi saluran-saluran air sehingga seluruh saluran air bisa tertangani dengan baik, saluran dengan baik, bahkan mengairi sawah-sawah dengan baik. Kemudian membuat embung di mana kalau tempat-tempat daerah yang kering, kalau ada air bisa tertampung di situ," kata Novita Wijayanti, Anggota Komisi V DPR RI.
Selain waduk mini, alokasi program juga diarahkan pada penyediaan air bersih berskala komunitas untuk kebutuhan domestik warga.
"Bahkan kita juga membuat banyak sumur bor di daerah-daerah kekeringan, dan pamsimas ada di mana itu juga menampung air-air untuk bisa disalurkan ke masyarakat. Kurang lebih banyak sekali program-program yang kita lakukan di Komisi V untuk menangani tersebut," kata Novita Wijayanti, Anggota Komisi V DPR RI.
Implementasi kebijakan ini diklaim telah tersebar luas, termasuk di wilayah Jawa Tengah yang menjadi daerah pemilihan asalnya.
"Contohnya di dapil saya aja di Banyumas, Cilacap. Banyak di desa-desa saya membuat ada di Baturraden, kemudian ada di Cilacap, dan banyak. Dan bahkan teman-teman kita juga di berbagai macam dapil, provinsi, kabupaten banyak menangani saluran air dan lain sebagainya," kata Novita Wijayanti, Anggota Komisi V DPR RI.