AS Serang Puluhan Target IRGC di Iran hingga Menewaskan Warga Sipil
Militer Amerika Serikat melancarkan serangan udara selama dua jam terhadap puluhan target Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di Iran pada Rabu (29/7/2026) malam. Langkah ini diambil sebagai aksi balasan atas serangan rudal balistik Iran yang menyasar pasukan AS di Yordania sehari sebelumnya, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Operasi militer AS tersebut dilaporkan menghantam wilayah permukiman di Pulau Qeshm, Iran. Berdasarkan data Universitas Ilmu Kedokteran Hormozgan, tiga warga sipil dalam satu keluarga tewas dan dua anak lainnya mengalami luka-luka.
Laporan mengenai korban jiwa di kawasan Chah Tangu, Qeshm tersebut dikonfirmasi oleh media lokal Iran, Fars.
Serangan AS terhadap sebuah rumah tinggal di kawasan Chah Tangu, Qeshm, menewaskan tiga anggota keluarga: ayah, ibu, dan anak mereka yang berusia 2 tahun, lapor Fars mengutip Universitas Ilmu Kedokteran Hormozgan.
Sebelum serangan balasan tersebut terjadi, pasukan AS di Yordania berhasil mencegat beberapa rudal balistik yang diluncurkan oleh Iran. Otoritas Iran kemudian mengonfirmasi peluncuran rudal tersebut ke pangkalan militer AS.
Presiden AS Donald Trump menegaskan komitmennya untuk membalas tindakan Teheran tak lama setelah pencegatan rudal terjadi.
Kita akan menyerang mereka dengan sangat keras, kata Donald Trump.
Pihak militer AS melalui Komando Pusat AS (CENTCOM) menyampaikan rincian mengenai pelaksanaan operasi militer yang menargetkan fasilitas vital militer Iran tersebut.
respons yang kuat terhadap upaya serangan Iran kemarin terhadap pasukan AS yang berbasis di Timur Tengah. kata Komando Pusat AS (CENTCOM).
Operasi udara yang berlangsung mulai pukul 20.00 ET tersebut menyasar berbagai infrastruktur strategis milik militer Iran di beberapa lokasi.
CENTCOM menyerang puluhan target Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di Iran, termasuk pusat komando militer, fasilitas rudal dan drone, situs pengawasan dan pertahanan pantai, serta kemampuan maritim, kata Komando Pusat AS tersebut.
Eskalasi konflik antara kedua negara ini merupakan bagian dari perang yang dimulai sejak 28 Februari lalu ketika AS dan Israel melakukan serangan awal ke Iran, yang kemudian direspons Teheran dengan serangan balasan ke Israel serta negara-negara Teluk.