IHSG Turun dan Rupiah Melemah Pasca Keputusan Suku Bunga The Fed

Share

Pasar keuangan domestik mengalami gejolak setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melorot 0,64 persen ke level 6.091,39 pada Rabu (29/7/2026). Pelemahan yang berlangsung selama enam hari beruntun ini terjadi usai The Federal Reserve menahan suku bunga acuan di kisaran 3,50 persen hingga 3,75 persen.

Tekanan di pasar modal juga berdampak pada nilai tukar rupiah yang ditutup melemah hingga menyentuh Rp18.050 per dolar AS. Pada saat bersamaan, Bank Indonesia turut mempertahankan BI Rate di level 5,75 persen sebagai langkah antisipasi terhadap risiko inflasi global.

Meskipun pasar saham dan mata uang tertekan, instrumen surat utang mencatatkan pergerakan positif. Imbal hasil atau yield SBN tenor 10 tahun melandai ke tingkat 7,299 persen, yang menjadi sinyal kenaikan harga obligasi negara.

Selain pasar obligasi, komoditas emas mencatatkan penguatan pasca pengumuman kebijakan monetari AS tersebut. Harga emas spot melambung 1,39 persen hingga mencapai level US$4.084,74 per ons troi pada perdagangan yang sama.

Pergerakan bursa serta indikator makroekonomi ini dipengaruhi oleh dinamika geopolitik global. Kenaikan harga minyak dunia akibat tensi geopolitik memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi lonjakan inflasi mendatangkan ketidakpastian pasar yang lebih tinggi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author