Malam Puncak Hoegeng Awards 2026 Digelar Di Jakarta
Malam puncak penganugerahan Hoegeng Awards 2026 dijadwalkan berlangsung di The Tribrata Darmawangsa, Jakarta Selatan, pada Jumat (31/7/2026) malam. Acara penentuan polisi teladan ini disiarkan secara langsung dan dihadiri oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo serta Chairman of CT Corp Chairul Tanjung, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Gelaran kelima dari ajang penganugerahan ini melingkupi lima kategori utama, yakni Polisi Berdedikasi, Polisi Inovatif, Polisi Pelindung Perempuan dan Anak, Polisi Tapal Batas dan Pedalaman, serta Polisi Berintegritas. Proses pendaftaran nama kandidat oleh masyarakat telah dibuka sejak Selasa, 27 Januari 2026 hingga Kamis, 2 April 2026.
Setelah menerima ribuan usulan publik, panitia melakukan seleksi awal sebelum menyerahkan berkas kepada Dewan Pakar. Tahapan berlanjut pada uji publik dari Kamis, 7 Mei 2026 sampai Jumat, 22 Mei 2026, yang kemudian menjadi bahan pertimbangan dalam rapat pleno penentuan penerima penghargaan pada 30 Juni 2026.
Dewan Pakar yang terlibat dalam penilaian ini terdiri dari Ketua Komisi III DPR Dr. Habiburokhman, mantan Plt Pimpinan KPK Dr. Mas Achmad Santosa, Wakil Ketua Komnas HAM Putu Elvina, anggota Kompolnas Gufron Mabruri, serta Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Indonesia Alissa Qotrunnada Wahid.
Penilaian untuk penentuan pemenang diakui berjalan sangat rumit, terutama pada kategori Polisi Berintegritas.
"Jadi segala informasi yang kami dapat sebelumnya, baik dari media pun informasi-informasi lain, menjadi rujukan kami memberikan penilaian," kata Ketua Komisi III DPR Habiburokhman.
Proses evaluasi rekam jejak keuangan dan potensi benturan kepentingan menjadi fokus utama pemeriksaan kriteria tersebut.
"Kita harus baca benar sampai ke catatan LHKPN-nya wajar atau tidak, ada conflict of interest atau tidak yang bersangkutan menjalankan tugas, itu agak rumit. Karena masing-masing kalau prestasi terkait integritas ada tapi kita nggak bisa sebagian saja menilai seseorang, itu yang paling rumit," ucap Habiburokhman.
Tingginya perhatian publik terhadap sosok polisi yang jujur juga menjadi penekanan dari anggota Dewan Pakar lainnya.
"Walaupun kategori lainnya juga akan disorot oleh publik. Tapi saya pikir yang berintegritas itu yang sedang ditunggu oleh publik, siapa sih sebetulnya yang berintegritas itu," ujar mantan Plt Pimpinan KPK Mas Achmad Santosa.
Sementara itu, sosok almarhum Jenderal Hoegeng Iman Santoso terus dijadikan acuan utama dalam menyaring para kandidat terbaik.
"Karena integritas itu standarnya sangat tinggi, ada hal-hal yang tidak bisa kita negosiasi, misalnya rekam jejak. Karena itu Polsi Berintegritas itu sosoknya bener-bener kita harus memastikan mereka adalah sosok yang benar-benar bersih, jujur, profesional dan menunjukkan sikap menjunjung tinggi kode etik anggota Polri," kata Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Indonesia Alissa Qotrunnada Wahid.
Guna menjaga ketepatan penilaian, panitia menerapkan pemeriksaan berlapis bagi setiap calon penerima.
"Jadi untuk memastikan penerima kategori Polisi Berintegritas memang betul-betul polisi yang berintegritas. Jadi perlu dilakukan pengecekan secara berlapis untuk memastikan integritasnya terjamin," ucap anggota Kompolnas Gufron Mabruri.
Sikap independen juga terus dijaga oleh seluruh anggota penilai sepanjang proses seleksi berlangsung.
"Dewan Pakar itu dari tahun ke tahun semakin selektif untuk melihat kriteria calon-calon tersebut, makannya kami berkomitmen memastikan bahwa calon tersebut betul-betul yang sudah disortir rekam jejaknya ditambah pengalaman dan integritas yang kita lihat. Para Dewan Pakar juga berkomitmen agar siapapun yang dipilih itu merupakan orang-orang yang tidak berpotensi diintervensi oleh siapapun," ujar Wakil Ketua Komnas HAM Putu Elvina.
Langkah seleksi ketat ini diharapkan dapat membuahkan hasil penganugerahan yang tepercaya bagi publik.
"Kami menjaga kredibilitas dari hasil pemilihan kami sehingga dari awal komitmen kami menjaga integritas, independensi dari Dewan Pakar," imbuh Putu Elvina.