Vitória Protes Arbitrase Usai Tumbang dari Palmeiras di Liga Brasil

Share

Presiden Vitória Fábio Mota melayangkan protes keras terhadap kepemimpinan wasit Alex Gomes Stefano usai timnya ditundukkan Palmeiras dengan skor 0-4 di Stadion Barradão pada Rabu (29/7/2026). Keputusan wasit yang tidak mengartu merah pemain lawan dinilai merugikan tuan rumah.

Kekalahan dalam laga pekan ke-21 Campeonato Brasileiro tersebut diwarnai insiden benturan antara gelandang Palmeiras, Maurício, dan bek Vitória, Cacá, pada menit ke-24. Meski Cacá mengalami pendarahan dan membutuhkan lima jahitan di dagu, wasit hanya memberikan kartu kuning kepada Maurício tanpa peninjauan VAR.

Manajemen Vitória langsung mengambil tindakan tegas dengan membatalkan konferensi pers pelatih serta sesi wawancara pemain di zona campuran sebagai bentuk protes resmi.

"Ini adalah malam yang menyedihkan dan mengecewakan bagi para penggemar karena apa yang terjadi di sini. Seluruh Brasil menyaksikan pertandingan ini, dan untungnya mereka melihatnya. Cacá mendapat lima jahitan di dagu. Menurut para pemain, wasit mengatakan tidak ada unsur kesengajaan," kata Fábio Mota, Presiden Vitória.

Mota menegaskan bahwa keputusan insiden tersebut mengubah alur permainan saat Vitória sedang mendominasi laga.

"Sengaja atau tidak, ada lima jahitan di dagu. Hal itu merusak keseimbangan pertandingan. Vitória bermain lebih baik, menguasai 70 persen penguasaan bola, dan tampil luar biasa. Ketidakseimbangan dimulai ketika tidak ada kartu merah atas pelanggaran terhadap Cacá," ujar Mota.

Ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi klub-klub dari wilayah Nordeste dalam mengarungi kompetisi nasional.

"Saya tidak ingin berpura-pura menjadi korban, tetapi sulit untuk mengelola sepak bola di Nordeste. Kami memiliki investasi yang lebih sedikit, harus bepergian lebih jauh, dan masih harus menghadapi situasi seperti ini. Sangat disayangkan.

Tidak akan ada konferensi pers pelatih maupun zona campuran. Kami akan merilis pernyataan dan mengajukan protes resmi. Selamat kepada pihak-pihak yang terlibat," tutur Mota.

Eskalasi pertandingan berlanjut ketika Cacá diganjar kartu merah langsung sembilan menit kemudian akibat tekel keras terhadap Jhon Arias setelah intervensi VAR. Tuan rumah kembali kehilangan pemain setelah Luan Cândido diusir keluar lapangan karena melakukan gestur tuduhan kecurangan kepada wasit.

Di sisi lain, Pelatih Palmeiras Abel Ferreira membela keputusan wasit terkait dua kartu merah yang diberikan kepada pemain tuan rumah.

"Apakah ada keraguan? Apakah Anda ragu? Tidak ada keraguan sama sekali, Anda melihat hal yang sama seperti saya.

Bagi saya, tidak ada keraguan sama sekali. Anda melihat kakinya, bukan? Nah, bagi saya wasit hanya menjalankan aturan, itu pendapat saya, saya menerima jika Anda dan rekan-rekan berpikir berbeda," kata Abel Ferreira, Pelatih Palmeiras.

Ferreira juga mengomentari pelanggaran Luan Cândido yang berujung pengusiran dari lapangan.

"Yang satunya lagi. Apakah Anda tahu rekam jejak Luan Cândido? Gestur itu sangat jelas.

Apa yang dilakukan wasit adalah menegakkan aturan. Dibutuhkan keberanian untuk menegakkan aturan," ujar Ferreira.

Mengenai insiden sikut Maurício terhadap Cacá di awal laga, pelatih asal Portugal tersebut menilai keputusan wasit sudah tepat berada di batas aturan.

"Pendapat saya tentang semua insiden tersebut. Saya tahu situasi Maurício berada di batas maksimal, seperti yang saya katakan, tetapi menurut pendapat saya, jika Anda bertanya, beberapa orang akan mengatakan ya, yang lain mengatakan tidak. Wasit dan VAR memutuskan untuk memberikan kartu kuning.

Untuk insiden lainnya, saya rasa tidak ada keraguan sama sekali, hanya menegakkan aturan. Ini pendapat saya, saya menerima siapa pun yang berpikir berbeda," tutur Ferreira.

Kemenangan ini membawa Palmeiras unggul delapan poin di puncak klasemen sementara Liga Brasil, memanfaatkan hasil imbang antara Flamengo dan Internacional. Palmeiras selanjutnya akan bersiap menghadapi Fortaleza pada leg pertama babak 16 besar Copa do Brasil di Nubank Parque.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author