Parama Hansa Tampil di Layar Pentas Ceria Anak Indonesia 2026

Share

Drummer cilik Parama Hansa Abhipraya menunjukkan kebolehannya menggebuk drum dalam pertunjukan live streaming Layar Pentas Ceria Anak Indonesia pada Selasa (28/7/2026). Seperti dilansir dari Detikcom, penampilannya tersebut digelar untuk meramaikan perayaan Hari Anak Nasional 2026.

Bocah berumur delapan tahun ini tidak tampil sendirian di atas panggung. Ia bergabung bersama anggota Komunitas Main Drum Bareng asuhan Yoiqball, seperti Ryo, Rasyad, Henokh, Viel, Azka, dan Nada. Mereka mengusung konsep permainan drum kolaboratif yang mengedepankan komunikasi, kekompakan, serta musikalitas.

Keterlibatan dalam acara ini menjadi pengalaman baru bagi Parama yang sebelumnya terbiasa mengikuti kompetisi individual. Sebelum aktif bermain drum dan bergabung dengan komunitas, anak berprestasi ini lebih dulu fokus mendalami instrumen musik piano klasik hingga meraih berbagai penghargaan.

Keikutsertaan Parama dalam dunia drum dimulai dari minat pribadinya sendiri, setelah bertahun-tahun mendalami instrumen lain.

"Drum memang permintaan dia sendiri. Baru sekitar dua bulan belajar, sekarang sudah terpilih tampil bersama teman-teman baru hasil seleksi drummer Yoiqball," ujar Dhaniar Aji, ayah Parama.

Selain bidang musik, Parama juga memiliki deretan prestasi di bidang akademik, literasi, catur, dan seni budaya. Sang ayah mengungkapkan tidak ada metode khusus yang diterapkan dalam mendidik putranya hingga bisa meraih pelbagai pencapaian tersebut.

"Nggak sulit, tinggal mengarahkan apa yang dipengen, dan membawa dia ke lingkungan positif serta punya teman-teman baik agar di masa depan jadi orang baik. Itu lebih dari cukup," kata Aji.

Parama sebelumnya pernah dianugerahi Rekor MURI oleh Jaya Suprana dan Aylawati Sarwono sebagai anak dengan prestasi lintas disiplin terbanyak. Ia tercatat sebagai World Star Champion dalam Thailand International Mathematical Olympiad (TIMO) 2025, peraih 2nd Silver Trophy Piano Golden Lion Singapore 2026, serta menjuarai kompetisi catur di Jakarta dan Kuala Lumpur. Saat ini, ia juga sedang menulis buku dan beberapa kali tampil sebagai dalang wayang.

Melalui Komunitas Main Drum Bareng, anak-anak tidak hanya dilatih kemampuan teknis tetapi juga harmonisasi dan kerja sama. Sebelum tampil, para peserta menjalani latihan mandiri dan bersama agar memahami materi lagu secara kolektif.

"Kami ingin anak-anak terus belajar, saling mendukung, dan menikmati proses bermain musik bersama. Drum bukan hanya tentang teknik, tetapi juga tentang kolaborasi," tutur Iqbal.

Selain memeriahkan Layar Pentas Ceria Anak Indonesia, Parama Hansa Abhipraya juga tercatat tampil dalam ajang Mini Boss Vol.2 KisFM pada Sabtu (25/7/2026).

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author