Bursa Saham Wall Street Anjlok Usai The Fed Tahan Suku Bunga Acuan
Indeks utama di Bursa Efek New York mengalami penurunan tajam pada Rabu (29/7/2026) setelah Bank Sentral Amerika Serikat mempertahankan suku bunga acuan di level 3,5 persen hingga 3,75 persen. Keputusan tersebut memicu aksi lepas saham di pasar keuangan AS.
Dilansir dari Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average merosot 1.153,18 poin atau 2,19 persen ke level 51.594,14. Sementara itu, indeks S&P 500 terkoreksi 112,63 poin atau 1,52 persen menjadi 7.316,15, dan Nasdaq Komposit melemah 433,97 poin atau 1,74 persen ke posisi 24.442,94.
Keputusan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memicu perbedaan pandangan di antara 12 anggotanya. Sejumlah anggota mulai mengkhawatirkan risiko lonjakan inflasi akibat kenaikan harga minyak dunia.
Tekanan di pasar saham terlihat dari melemahnya delapan dari 11 sektor utama S&P 500. Sektor industri dan teknologi informasi mencatatkan penurunan ter dalam, masing-masing anjlok 3,24 persen dan 2,5 persen.
Saham Meta Platforms terkoreksi 4 persen setelah menaikkan proyeksi belanja modal tahun 2026 hingga US$145 miliar. Sebaliknya, saham Microsoft naik 8,75 persen di sesi perdagangan pascabursa berkat pertumbuhan pendapatan bisnis komputasi awan yang melampaui perkiraan.
Sektor komoditas juga terdampak keputusan moneter ini. Harga emas berjangka pengiriman Agustus 2026 di COMEX turun 0,1 persen menjadi US$4.036,3 per ons, meski penurunannya tertahan oleh pelemahan indeks dolar AS sebesar 0,6 persen.
Pelemahan bursa saham turut meluas ke kawasan Eropa, di mana indeks STOXX 600 ditutup turun 0,3 persen. Indeks Ibex 35 Spanyol dan Cac 40 Prancis masing-masing melemah 1,59 persen dan 0,6 persen, sedangkan FTSE 100 Inggris menguat tipis 0,34 persen.