KPK Tangkap Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Dalam OTT

Share

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro bersama 20 orang lainnya dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (29/7/2026). Seperti dilansir dari Detikcom, para pihak yang terjaring di Pemalang, Purworejo, dan Jakarta tersebut langsung diboyong ke gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Dari total 21 orang yang diamankan, lima orang ditangkap di Jakarta, 15 orang di Pemalang, dan satu orang di Purworejo. Istri Bupati Pemalang, Noor Faizah Maenofie, turut menjadi salah satu pihak yang dibawa ke Gedung Merah Putih KPK.

Juru Bicaranya KPK memberikan penjelasan resmi mengenai fokus penanganan kasus serta dugaan tindak pidana yang menyeret kepala daerah tersebut.

"Adapun kegiatan penyelidikan tertutup yang dilakukan oleh tim KPK ini diduga berkaitan dengan penerimaan-penerimaan yang dilakukan oleh bupati berkaitan dengan proyek," kata Jubir KPK Budi Prasetyo di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (29/7/2026).

Penyidik masih mendalami temuan tersebut untuk menentukan konstruksi hukum yang tepat sebelum dipaparkan dalam ekspose perkara bersama pimpinan KPK.

"Apakah itu nanti konstruksi pasalnya adalah penyuapan ataupun pemerasan terkait dengan proyek-proyek di Kabupaten Pemalang, tentu nanti akan dipaparkan dan dibahas dalam ekspose," ucapnya.

Selain perkara proyek, lembaga antirasuah itu juga mendeteksi adanya praktik penyimpangan lain di lingkungan pemerintah kabupaten setempat.

"Selain itu, juga ada dugaan penerimaan yang dilakukan oleh bupati berkaitan dengan jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Pemalang," tuturnya.

Budi menambahkan rincian mengenai jumlah pihak yang menjalani pemeriksaan lanjutan di markas KPK.

"Dalam rangkaian peristiwa tertangkap tangan tersebut, tim mengamankan sejumlah 21 orang. Lima orang diamankan di Jakarta," kata juru bicara KPK, Budi Prasetyo, di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (29/7).

Ia juga membeberkan sebaran lokasi penangkapan serta jumlah pihak yang diproses lebih jauh.

"15 orang diamankan di Pemalang, dan satu orang diamankan di Purworejo. Adapun dari 21 orang tersebut, nantinya 12 orang akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di gedung KPK Merah Putih," ujarnya.

Menanggapi penangkapan bawahannya, Gubernur Jawa Tengah menyampaikan keprihatinannya atas kasus korupsi yang kembali menjerat kepala daerah di wilayahnya.

"Secara dinas, saya sebagai Gubernur sangat prihatin sekali dan sangat menyesal sekali yang sedalam-dalamnya," kata Luthfi saat ditemui di Kantor Gubernur Jateng, Rabu (29/7/2026).

Luthfi menegaskan bahwa pihaknya telah mengupayakan berbagai langkah pencegahan korupsi, mulai dari retret hingga kerja sama dengan pencegahan KPK.

"Sehingga saya sudah melakukan beberapa banyak langkah di Jawa Tengah. Dari mulai ikut retret, kemudian deputi pencegahan sudah kita lakukan. Kemudian bikin MOU," ucapnya.

Gubernur Jateng itu meluapkan rasa lelahnya karena pengetatan pencegahan berulang kali tidak menghentikan ulah oknum.

"(Akan ada program baru untuk memitigasi?) Apa meneh aku yo kira-kira sing urung iki (apa lagi ya kira-kira yang belum dilakukan?). Sudah capek, habis selesai kita kumpulin lagi, kita kumpulin lagi, tidak bisa. Semuanya ya tinggal sluman slumun slamet, sopo sing kena," kata dia.

Seluruh pihak yang ditangkap masih berstatus terperiksa, dan KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum mereka.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author