GOTO Pangkas Potongan Aplikasi Driver Gojek Menjadi Delapan Persen
CEO GOTO Hans Patuwo menemui Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya pada Jumat (22/5/2026) malam guna melaporkan penyesuaian kebijakan potongan aplikasi bagi pengemudi Gojek menjadi 8 persen. Langkah ini diambil perusahaan sebagai respons terhadap arahan Presiden Prabowo Subianto demi mendongkrak pendapatan para mitra driver.
Kebijakan baru tersebut akan mengubah skema pembagian pendapatan, di mana porsi yang diterima pengemudi naik menjadi 92 persen dari yang sebelumnya hanya sebesar 80 persen per pesanan, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.
Informasi mengenai komitmen tersebut dibagikan oleh Teddy melalui akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet setelah menerima kunjungan dari pihak manajemen GOTO.
"Disampaikan pula komitmen Gojek untuk mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan pendapatan pengemudi, dari 80% menjadi 92% dari setiap transaksi," tulis Teddy dikutip Minggu (24/5/2026).
Pemerintah menyatakan akan terus membangun koordinasi dengan pelaku usaha untuk merumuskan solusi terbaik yang menguntungkan pengemudi tanpa mengorbankan keberlanjutan ekosistem bisnis.
"Presiden menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan pengemudi online harus berjalan seiring dengan keberlangsungan bisnis yang adil dan berkelanjutan, di mana aplikator harus tetap memperoleh keuntungan dari bisnis secara wajar dan meningkat," tulis Teddy lebih lanjut.
Dalam pertemuan itu, Hans Patuwo memaparkan data bahwa Gojek saat ini memiliki sekitar 800 ribu hingga 1 juta pengemudi aktif di seluruh Indonesia. Secara akumulatif sejak awal beroperasi, total pengemudi yang pernah bergabung telah mencapai 3 juta orang, mencakup pekerja aktif, paruh waktu, maupun yang sudah tidak aktif.