Dosen Unesa Olah Limbah Daun Nanas Jadi Bahan Tekstil Eco Friendly

Share

Pengolahan limbah pertanian menjadi produk bernilai tambah tinggi berhasil direalisasikan oleh akademisi Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Inovasi bahan tekstil ramah lingkungan lahir dari pemanfaatan daun nanas yang selama ini terbuang setelah masa panen.

Pengajar Program Magister Industri Kreatif Fakultas Vokasi Unesa, Inty Nahari, menginisiasi riset berbasis material lokal tersebut. Langkah ini menjadi bukti konkret potensi limbah pertanian dalam mendukung industri kreatif yang berkelanjutan, seperti dilansir dari Detikcom.

Melalui karya yang dinamai Barik, Inty mengolah serat alam menjadi lembaran kain. Nama Barik diangkat dari bahasa Jawa yang bermakna garis, melambangkan jejak tumbuh tanaman pada serat.

Karakter serat daun nanas dipertahankan mulai dari aspek warna, tekstur, hingga ketebalannya. Pengolahan material ini dipadukan dengan penerapan teknik tenun kluwung.

"Pertemuan antara pola tenun yang teratur dan karakter alami serat menghasilkan permukaan tekstil yang unik dan sulit direplikasi secara identik," kata Inty dalam keterangan tertulis di situs resmi Unesa, Selasa (28/7/2026).

Karya tekstil tersebut unjuk gigi dalam pameran seni internasional bertajuk "Becoming: Prakriti-Pustaka-Padma". Agenda ini digelar di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Bali.

Material serat tanaman dari wilayah Kelud ini dinilai mampu merespons wacana global. Gagasan tersebut mencakup isu keberlanjutan, pengelolaan sampah pertanian, serta penghargaan terhadap teknik tradisional.

"Serat daun nanas dari kawasan Kelud merupakan material yang sangat lokal, tetapi dapat membicarakan isu yang sedang menjadi perhatian dunia, seperti keberlanjutan, limbah pertanian, hubungan manusia dengan alam, serta perlunya menghargai kembali pengetahuan tradisional," ujar Inty.

Riset material ini menyimpan peluang aplikasi yang luas di luar ruang pameran. Serat tanaman nanas berpotensi dimanfaatkan untuk pembuatan produk kriya, elemen interior, hingga ragam aksesori.

Pengembangan riset serat alam Indonesia akan terus diperluas ke depannya. Rencana strategis mencakup pendirian laboratorium serta pusat dokumentasi guna mengkaji potensi hilirisasi material.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author