Hujan Meteor Perseid dan Fenomena Langit Hiase Langit Agustus 2026

Share

Pengamat langit di wilayah Amerika Utara bersiap menyambut puncak hujan meteor Perseid pada pertengahan Agustus 2026. Fenomena tahunan ini diprediksi menyajikan pemandangan optimal karena bertepatan dengan fase bulan baru.

Aktivitas Perseid sebenarnya telah dimulai sejak 14 Juli dan bakal berlangsung hingga 1 September. Namun, intensitas tertinggi terjadi pada kurun 12 hingga 13 Agustus dengan potensi hingga 50 sampai 100 meteor per jam.

Sebelum puncak Perseid tiba, masyarakat juga dapat menyaksikan fenomena ganda Alpha Capricornids dan Southern Delta Aquarids pada 30 hingga 31 Juli. Gabungan kedua fenomena ini mampu menghasilkan sekitar 30 meteor per jam, meski sebagian meteor redup terhalang cahaya bulan.

Lembaga Antariksa Amerika Serikat merilis rincian karakteristik dan kondisi pengamatan fenomena ini.

"Dengan meteor yang cepat dan terang, Perseid sering meninggalkan jejak cahaya dan warna yang panjang saat melintas di atmosfer Bumi," kata NASA.

Pihak antariksa tersebut menambahkan bahwa kondisi cuaca musim panas yang hangat sangat mendukung kenyamanan para pengamat langit.

"Fenomena ini terjadi pada cuaca malam musim panas yang hangat, memungkinkan para pengamat langit untuk melihatnya dengan nyaman," ujar NASA.

Karakteristik utama Perseid meliputi bola api atau ledakan cahaya dan warna yang bertahan lebih lama dari goresan meteor biasa. Di Belahan Bumi Utara, pengamatan terbaik disarankan dilakukan pada jam-jam sebelum fajar.

Asosiasi Meteor Amerika turut memaparkan kondisi keanggotaan fase bulan saat puncak fenomena tersebut terjadi.

"Pada tahun 2026, bulan memasuki fase baru pada 12 Agustus, sehingga kondisinya sangat optimal untuk menyaksikan hujan meteor ini," tutur American Meteor Society.

Selain Perseid, kalender astronomi Agustus 2026 diwarnai melintasnya planet Merkurius, Venus, dan Yupiter. Merkurius berada di titik terjauh dari matahari pada 2 Agustus dan tampak berdekatan dengan Yupiter pada 15 Agustus, bersamaan dengan Venus yang mencapai visibilitas puncak di langit barat.

Situs berita astronomi menguraikan posisi planet Venus di langit malam.

"Tetangga terdekat Bumi yang paling terang ini akan bersinar di remang senja barat setelah matahari terbenam," kata EarthSky.

EarthSky menekankan kecemerlangan planet tersebut yang sangat menonjol di ufuk barat.

"Anda tidak boleh melewatkan Venus! Planet ini sangat terang dan akan menembus remang-remang senja," ucap EarthSky.

Rangkaian fenomena langit Agustus ditutup dengan gerhana bulan sebagian serta munculnya Sturgeon Full Moon pada 27 hingga 28 Agustus. Pengamat di kawasan Amerika Utara dan Selatan menjadi wilayah paling strategis untuk menyaksikan perubahan warna bulan menjadi kemerahan tersebut.

Media informasi antariksa memberikan penegasan terkait status gerhana bulan sebagian tersebut.

"Meskipun demikian, fenomena ini tidak akan menjadi 'bulan darah' sejati karena tidak ada momen totalitas lunar di mana seluruh permukaan bulan tertutup bayangan Bumi," tulis Space.com.

Sejumlah lokasi minim polusi cahaya seperti Danau Tahoe, Taman Negara Fort Churchill, dan Danau Pyramid disiapkan sebagai titik pengamatan ideal bagi publik yang ingin menyaksikan keindahan fenomena antariksa ini.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author