Venezuela Protes Keras Pernyataan Menlu Iran Abbas Araghchi
Pemerintah Venezuela memanggil Duta Besar Iran Ali Chegini pada Selasa (28/7/2026) guna menyampaikan nota protes resmi atas pernyataan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi yang dinilai merendahkan. Insiden ini berpotensi merenggangkan hubungan diplomatik kedua negara yang selama ini dikenal sebagai sekutu dekat, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Aksi protes Caracas dipicu oleh wawancara Menlu Iran Abbas Araghchi dengan beberapa media yang menegaskan bahwa Teheran tidak akan tunduk pada tekanan militer Amerika Serikat. Araghchi menilai struktur kekuasaan di negaranya berbeda dengan Venezuela pasca-operasi militer AS yang menggulingkan Presiden Nicolas Maduro pada Januari lalu.
Menlu Iran Abbas Araghchi menekankan perbedaan mendasar pada sistem pemerintahan negaranya saat merespons ancaman Washington.
"Ini bukan Venezuela, di mana ketika Anda menangkap satu orang, kemudian semua orang menjadi takut dan mundur," kata Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi.
Araghchi juga mengungkapkan ketegangan yang dialaminya bersama para juru bicara Teheran selama proses perundingan dengan utusan khusus AS, Steve Witkoff.
"Saya bertanya kepada Witkoff, 'Pernahkah Anda berada dalam sebuah pertemuan di mana Anda merasa bahwa sewaktu-waktu seluruh pertemuan itu bisa saja dibom?' Mereka hanya menatap saya dengan tatapan kosong," ujar Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi.
Ia menambahkan bahwa potensi ancaman fisik selalu mengintai para negosiator Iran dalam setiap komunikasi.
"Saya berkata, 'Pernahkah Anda sedang berbicara di telepon, dan berpikir bahwa, seperti kata orang, Anda bisa saja meledak atau hancur seketika? Pernahkah Anda, misalnya, ketika menelepon untuk menanyakan kondisi keluarga Anda, berpikir dalam hati bahwa ini mungkin terakhir kalinya Anda bisa melakukannya?' Kami mengalami hal-hal semacam itu, namun kami tetap teguh pada pendirian kami," ucap Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi.
Lebih lanjut, Araghchi menegaskan penolakan keras atas tuntutan AS terkait penghentian program pengayaan uranium.
"Menanggapi tuntutan ilegal dan tidak beralasan untuk menghentikan total pengayaan uranium, kami melawan dan tetap teguh. Ketika mereka menyadari bahwa mereka tidak bisa mencapai tujuan mereka melalui perundingan, mereka memulai perang," kata Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi.
Pemerintah Iran juga menampik segala bentuk imbalan atau penawaran pembangunan infrastruktur yang diajukan oleh pihak Amerika Serikat.
"Anda seharusnya berbicara dengan cara yang berbeda kepada kami. Anda tidak bisa mengancam kami, dan Anda tidak bisa menyuap kami," tegas Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi.
Ia menegaskan bahwa gertakan AS tidak akan mempan terhadap kesiapan para pejabat Iran.
"Saya mengatakan tidak ada suap, tidak ada ancaman. Anda hanya bisa mengancam orang yang merasa takut. Ketika kami melangkah maju, dengan kesadaran penuh bahwa apa pun bisa terjadi pada kami kapan saja, Anda tidak bisa menakut-nakuti saya," tutur Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi.
Kementerian Luar Negeri Venezuela langsung mengambil tindakan diplomatik dengan memanggil utusan Teheran di Caracas merespons pernyataan tersebut.
"Duta Besar Republik Islam Iran untuk Venezuela dipanggil ke Kementerian Luar Negeri Venezuela untuk menerima nota protes atas pernyataan yang merendahkan dan tidak pantas, yang ditujukan kepada lembaga serta otoritas Venezuela," kata Kementerian Luar Negeri Venezuela.
Kerenggangan ini menjadi titik balik bagi kedua negara produsen minyak yang telah bersekutu sejak 1999. Pemerintahan baru Venezuela yang terbentuk usai jatuhnya Maduro diprediksi berupaya memperbaiki hubungan dengan Washington melalui pendekatan baru terhadap Teheran.