Serangan AI Voice Cloning Melonjak 1400 Persen
Lonjakan kasus kejahatan siber berbasis kecerdasan buatan mencatatkan peningkatan serangan pemalsuan wajah dan suara atau deepfake hingga 1.400 persen pada periode 2024 hingga 2025. Data BPSDM Komdigi Yogyakarta per 31 Januari 2026 mengungkapkan bahwa teknologi voice cloning kini banyak dimanfaatkan untuk menciptakan suara sintetis menyerupai kerabat maupun rekan kerja demi melancarkan penipuan keuangan. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyampaikan bahwa pelaku memanfaatkan kecerdasan buatan untuk meniru identitas visual dan audio secara sangat meyakinkan demi motif finansial.
Satgas PASTI melalui Otoritas Jasa Keuangan pada 15 November 2025 memaparkan bahwa sampel rekaman dari media sosial sering dicuri untuk merancang panggilan darurat palsu yang memicu kepanikan korban.
Federal Trade Commission pada 20 Maret 2023 mencatat skenario penipuan kerap melibatkan klaim kecelakaan, penahanan oleh aparat, hingga desakan transfer dana instan ke rekening baru atau mata uang kripto. Otoritas mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan verifikasi mandiri melalui nomor kontak resmi yang tersimpan sebelum menyetujui transaksi keuangan dari panggilan mencurigakan.