Restoran Havelock Palace Singapura Diduga Masak Seafood Pantai Liar
Sebuah restoran bernama Havelock Palace di Chinatown, Singapura, mendadak menjadi sorotan publik dan dihujani ulasan bintang satu di Google Maps setelah diduga memasak serta menyajikan hidangan laut dari hasil tangkapan liar di Pantai Changi, sebagaimana dilansir dari Detik Food.
Dugaan pelanggaran aturan higienitas pangan ini mencuat usai beredarnya rekaman video dari grup Facebook Complaint Singapore pada 13 Juli. Video tersebut menampilkan sekelompok orang sedang mengumpulkan biota laut di daerah pasang surut pantai, yang kemudian diangkut ke dapur restoran untuk diolah menjadi masakan kerang dan kepiting.
Aksi pengumpulan hewan laut liar tersebut langsung memicu kecaman keras dari publik yang menganggap praktik tersebut tidak etis dan berpotensi merusak lingkungan pesisir.
"Perilaku memalukan mencuri atau merampas makanan berlebihan dari satwa liar," tulis salah satu pengguna internet di kolom ulasan.
Kecaman serupa juga disampaikan oleh pihak pemerintah setempat yang sangat menyayangkan insiden pengumpulan biota laut secara tidak bertanggung jawab tersebut.
"Sangat kecewa," kata Anggota Parlemen GRC Pasir Ris-Changi, Valerie Lee.
Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak bisa dibiarkan begitu saja.
"Tercela," ujar Valerie Lee.
Valerie Lee mendesak National Parks Board (NParks) untuk memperketat pengawasan di kawasan pesisir. Menanggapi situasi ini, NParks menegaskan telah membatasi pengambilan satwa liar di cagar alam dan area lindung seperti Sisters' Islands Marine Park, Sungei Buloh Wetland Reserve, Labrador Nature Reserve, dan Chek Jawa Wetlands guna menjaga kestabilan ekosistem.
Di sisi lain, kreator konten sains Biogirl MJ mengungkapkan bahwa pihak pengelola restoran Havelock Palace membantah tuduhan tersebut. Pengelola restoran mengklaim seluruh bahan makanan laut dibeli dari pemasok resmi dan mengancam akan menempuh jalur hukum terkait ulasan negatif publik.
Sementara itu, Singapore Food Agency (SFA) mengingatkan masyarakat bahaya mengonsumsi moluska bivalvia dari alam liar. Hewan laut liar berpotensi menyerap biotoksin dan bahan kimia berbahaya yang tidak dapat hilang meskipun telah dimasak hingga matang.