Polisi Klarifikasi Pemasangan Bendera Merah Putih di Tasikmalaya

Share

Sebuah video viral yang memperlihatkan bendera Merah Putih terpasang menyerupai posisi setengah tiang di Desa Sukamenak, Kecamatan Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, dipastikan bukan merupakan bentuk pengibaran setengah tiang, melainkan pengerjaan dekorasi peringatan HUT RI yang belum selesai pada Rabu (29/7/2026).

Video yang beredar di media sosial tersebut memicu beragam tanggapan masyarakat setelah perekam menyertakan narasi sindiran terhadap kasus korupsi dan kondisi bangsa. Penelusuran di lokasi mengonfirmasi bahwa posisi bendera saat itu masih bersifat sementara.

Ketua Panitia HUT RI sekaligus Ketua RT Desa Sukamenak, Tadjid Mutaqin, membantah narasi kesengajaan dalam pemasangan bendera tersebut.

"Bendera baru terpasang di tengah tiang karena proses mempercantik kampung belum selesai," ujar Tadjid Mutaqin, Ketua RT Desa Sukamenak.

Ia menambahkan bahwa pemasangan bendera tersebut berbarengan dengan rencana penataan lampu penerangan jalan dan ornamen hias untuk memeriahkan lingkungan warga.

"Proses pemasangannya memang belum rampung. Karena itu, sekarang kami pasang ulang dan dibenahi semuanya. Memang sudah dijadwalkan untuk dipasang hingga ujung tiang," kata Tadjid Mutaqin.

Tadjid menyayangkan tindakan perekam yang menyebarkan rekaman tanpa melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada pihak panitia desa.

"Tiang-tiang bambu atau besi yang cukup tinggi itu rencananya dipasang penerangan jalan dan hiasan lampu. Saat video direkam, proses penataan belum selesai sehingga beberapa bendera dipasang sementara di bagian tengah tiang. Dari kejauhan terlihat seolah-olah dikibarkan setengah tiang," ujar Tadjid Mutaqin.

Warga setempat yang bergotong royong langsung membenahi posisi bendera begitu rekaman tersebut ramai diperbincangkan.

“Tidak benar ada pemasangan bendera setengah tiang. Saat video direkam, proses pemasangan dekorasi kampung memang belum selesai sehingga posisi bendera masih sementara,” ujar Tadjid Mutaqin.

Ia menegaskan panitia desa berupaya menyempurnakan seluruh ornamen dekorasi secepat mungkin.

“Rangkaian pemasangan belum selesai. Setelah viral, kami langsung menyempurnakan pemasangan sesuai rencana sehingga seluruh bendera kini sudah berada di ujung tiang,” kata Tadjid Mutaqin.

Pihaknya berharap publik tidak mengambil kesimpulan sepihak atas upaya warga memperindah kampung.

“Kami berharap masyarakat tidak langsung mengambil kesimpulan. Tujuan kami justru ingin mempercantik kampung untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI,” ucap Tadjid Mutaqin.

Kini seluruh bendera di kawasan tersebut telah dinaikkan hingga puncak tiang.

“Masyarakat bergotong royong menyelesaikan pemasangan bendera Merah Putih agar sesuai dengan yang direncanakan. Sekarang semuanya sudah dipasang dengan benar,” tambah Tadjid Mutaqin.

Pihak kepolisian dari Polsek Sukarame turut memantau langsung kondisi di lokasi guna memastikan situasi kondusif.

Kapolsek Sukarame Iptu Indra Firmansyah mengonfirmasi tidak menemukan unsur pelanggaran dalam peristiwa tersebut.

"Kami mengimbau masyarakat agar lebih bijak menggunakan media sosial, melakukan konfirmasi terlebih dahulu, dan menyaring informasi sebelum membagikannya agar tidak menimbulkan kesalahpahaman," kata Iptu Indra Firmansyah, Kapolsek Sukarame.

Indra juga menegaskan fakta penataan dekorasi yang menjadi latar belakang posisi bendera.

“Faktanya proses pemasangan dekorasi memang belum selesai. Tiang tersebut rencananya juga digunakan untuk lampu penerangan, sehingga posisi bendera saat itu masih sementara. Jadi bukan pengibaran bendera setengah tiang,” tegas Iptu Indra Firmansyah.

Ia meminta masyarakat mengedepankan klarifikasi sebelum membagikan ulang konten di media sosial.

“Kami mengajak masyarakat untuk melakukan klarifikasi terlebih dahulu sebelum mempercayai atau menyebarkan sebuah informasi, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat,” pungkas Iptu Indra Firmansyah.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author