Agrinas dan Pertamina Garap Proyek Biofuel Berbasis Singkong
PT Agrinas Palma Nusantara (APN) dan PT Pertamina Power Indonesia resmi memperkuat kerja sama pengembangan biofuel nasional melalui proyek bioetanol dan biodiesel pada Rabu (29/7/2026), sebagaimana dilansir dari Detik Finance.
Sinergi ini ditujukan untuk mendukung program ketahanan pangan serta energi pemerintah, sekaligus mendorong kemandirian energi dan memberi nilai tambah bagi sektor pertanian nasional.
"Kolaborasi dengan PT Pertamina Power Indonesia diharapkan mampu mengoptimalkan potensi kedua perusahaan sehingga terbentuk ekosistem biofuel yang terintegrasi, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi perekonomian nasional," ujar Direktur Utama Agrinas Palma Nusantara, Mohammad Abdul Ghani.
Langkah strategis ini menjadi bentuk pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2026 yang menugaskan APN mempercepat swasembada pangan dan energi dari hulu hingga hilir.
Kawasan budi daya singkong seluas 33.000 hektare di Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, disiapkan untuk memasok bahan baku pabrik bioetanol berkapasitas 300 kiloliter per hari. Selain itu, kerja sama ini mencakup reaktivasi fasilitas biodiesel PT Bayas Biofuels.
Lokasi budi daya tersebut dilengkapi fasilitas logistik berjarak 6,5 kilometer dari jetty dan memiliki akses sungai untuk operasional tongkang berkapasitas hingga 5.000 ton, serta didukung sistem mekanisasi modern.
"Agrinas Palma Nusantara memiliki mandat untuk mendukung program strategis pemerintah di bidang ketahanan pangan dan ketahanan energi. Melalui kolaborasi ini, kami berharap proses penyusunan studi kelayakan hingga implementasi proyek dapat berjalan lebih cepat sehingga mampu memperkuat pasokan energi terbarukan sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian nasional," ujar Mohammad Abdul Ghani.
Dalam proyek ini, Pertamina Power Indonesia berperan menyusun studi kelayakan, pembagian peran, serta pengembangan model bisnis.
"PT Pertamina Power Indonesia siap menindaklanjuti pembahasan bersama Agrinas Palma Nusantara melalui penyusunan studi kelayakan dan skema kerja sama yang memberikan nilai tambah bagi kedua perusahaan sekaligus mendukung program strategis pemerintah," ujar Direktur Utama PT Pertamina Power Indonesia, John Anis.