China Tepis Tudingan Eksploitasi Sumber Daya Alam Indonesia

Share

Kementerian Luar Negeri China menegaskan bahwa kerja sama perdagangan dan investasi dengan Indonesia memberikan keuntungan bagi kedua pihak, merespons isu miring mengenai eksploitasi sumber daya alam. Pernyataan ini disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, menyusul pertemuan 28 perusahaan asal Tiongkok dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pekan lalu, sebagaimana dilansir dari Detik Finance pada Kamis (29/7/2026).

Pemerintah China menglarifikasi tuduhan dari pihak Indonesia terkait investor asing yang diduga mengeksploitasi sumber daya alam secara tidak adil. Pihaknya meyakini pernyataan tersebut tidak bermaksud menyasar para pelaku usaha dari negeri jiran tersebut.

"Kami telah menanggapi pernyataan yang Anda sebutkan yang menuduh beberapa investor asing telah mengeksploitasi atau 'merampok' sumber daya alam Indonesia. Pernyataan tersebut tidak ditujukan kepada China," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian.

Pertemuan antara delegasi bisnis asal Fujian dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto tersebut membahas skema kerja sama industri Two Countries Twin Parks (TCTP). Pemerintah Tiongkok pun memandang prospek kemitraan kedua negara masih sangat strategis dan saling membutuhkan.

"Pihak Indonesia telah beberapa kali menyatakan kesediaan untuk memperdalam kerja sama industri dan rantai pasokan dengan Tiongkok dan menyambut perusahaan-perusahaan Tiongkok untuk berinvestasi di negara ini," ujar Lin Jian.

Kemlu China optimistis iklim usaha dan hak hukum bagi para penanam modal asing di tanah air akan terus dijamin oleh pemerintah setempat.

"Kami percaya bahwa Indonesia akan terus melindungi hak dan kepentingan sah perusahaan-perusahaan Tiongkok serta mendorong lingkungan yang menguntungkan bagi investasi dan operasi mereka di sana," sebut Lin Jian.

Dalam dialog terpisah, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto melibatkan berbagai sektor usaha domestik mulai dari tekstil, elektronik, kawasan industri, hingga energi terbarukan untuk memperkuat sinergi bisnis bilateral.

"Kita terbuka untuk bekerja sama dengan partner global termasuk China, baik itu untuk trade, investment maupun di sektor jasa maupun di sektor pendidikan. Dan saya mengundang bisnis pengusaha dari China untuk melanjutkan investasi di Indonesia terutama terhadap sektor yang mempunyai nilai tambah tinggi," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author