Komunitas Game Gelar Aksi PSBlackout Protes Kebijakan Digital Sony
Kelompok advokasi pelestarian game Does It Play? menginisiasi aksi boikot massal bertajuk PSBlackout yang dijadwalkan mulai Minggu, 23 Agustus mendatang. Langkah ini diambil sebagai bentuk protes terhadap Sony yang mulai menghentikan rilisan game dalam bentuk disk fisik, seperti dilansir dari Detik iNET.
Aksi ini dipicu oleh kekhawatiran para pemain terkait hilangnya kepemilikan fisik dan perlindungan hak konsumen di era digital. Para pengguna PlayStation berencana memutus total aktivitas mereka di ekosistem Sony selama satu pekan penuh.
Selama aksi pemboikotan berlangsung, para partisipan diimbau untuk tidak melakukan proses masuk ke akun PlayStation serta mematikan seluruh aktivitas bermain game melalui konsol mereka. Komunitas juga diminta menghindari segala bentuk transaksi atau pembelian konten di seluruh platform yang terafiliasi dengan PlayStation guna menekan trafik dan pendapatan Sony.
Langkah Sony untuk menghentikan produksi cakram game memicu perdebatan di industri. Meskipun memicu gelombang protes dari konsumen, beberapa eksekutif industri game menyampaikan pandangan berbeda terkait transisi menuju format digital penuh.
CEO Ubisoft Yves Guillemot menilai bahwa perubahan ini tidak akan mengganggu industri secara drastis. Pandangan tersebut disampaikan Guillemot dalam pertemuan triwulanan bersama para investor Ubisoft.
"Apa yang kami lihat pada PC adalah bahwa hal itu membantu pertumbuhan pasar. Ada juga tekanan untuk masa depan terkait biaya mesin, dan kemampuan untuk sepenuhnya digital akan membantu membuat mesin lebih mudah diakses, menurut saya. Ada untung dan ruginya, tetapi kami pikir itu tidak akan terlalu mengganggu industri," kata Yves Guillemot, CEO Ubisoft.
Guillemot menjadikan pasar game PC sebagai acuan bagaimana ekosistem digital tetap mampu berkembang dan menopang pertumbuhan industri game secara keseluruhan.