Prabowo Lantik Lulusan Terbaik IPDN 2026 dari Keluarga Sederhana

Share

Dilansir dari Detikcom, Presiden Prabowo melantik pamong praja muda angkatan 33 Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Lapangan Parade, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat. Sepuluh lulusan terbaik dalam pelantikan tersebut tercatat berasal dari keluarga dengan latar belakang ekonomi sederhana.

Dalam pidato arahannya, Presiden menyampaikan informasi spesifik yang diterimanya mengenai profil para wisudawan berprestasi tersebut sebelum prosesi pelantikan dimulai.

"Sebelum naik podium saya dapat laporan dari Menteri Dalam Negeri, 'Bapak Presiden, 10 lulusan terbaik dari angkatan ini semuanya berasal dari keluarga yang sangat sederhana'," ungkap Prabowo.

Kepala negara menambahkan bahwa keberhasilan putra-putri dari beragam profesi kelas pekerja menengah ke bawah ini merupakan indikator keberhasilan sistem penerimaan taruna secara transparan.

"Ini tadi saya disampaikan, ada yang anaknya buruh, ada anak petani, ada ya kalau dari TNI anak Bintara. Ini membuktikan bahwa seleksi IPDN yang dijalankan oleh Kementerian Dalam Negeri berhasil," imbuh Prabowo.

Prabowo menegaskan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus dipimpin oleh figur-figur berprestasi melalui sistem meritokrasi yang tepat, tanpa memandang status sosial orang tua. Ia berharap lulusan dari kalangan buruh kelak memiliki peluang untuk menjadi pemimpin besar.

"Mereka yang berprestasi silakan maju. Ini membanggakan hati saya," ujar Prabowo.

Salah satu bukti nyata keberhasilan seleksi tersebut adalah pencapaian Aji Bayu Ramadhan, putra seorang buruh bangunan asal Nusa Tenggara Timur (NTT). Aji berhasil meraih predikat lulusan terbaik IPDN 2026 dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mencapai 3,84.

Rektor IPDN Dr H Halilul Khairi mengumumkan prestasi akademik tersebut dalam prosesi wisuda pada 26 Juli 2026. Acara ini mencakup pengukuhan lulusan sarjana terapan, magister terapan, doktor ilmu pemerintahan, dan profesi kepamongprajaan.

Aji tercatat sebagai peraih nilai akademik tertinggi dari 170 wisudawan yang menempuh pendidikan pada program studi Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan (TRIP).

"Penerima penghargaan Kartika Sapta Abdi Praja 1 Prodi TRIP sekaligus penerima penghargaan Kartika Abdi Praja Ashta Brata sekaligus penerima Ashta Brata," kata Halilul.

Penghargaan Kartika Astha Brata merupakan apresiasi tahunan yang diberikan secara eksklusif kepada satu lulusan terbaik program diploma empat. Predikat bergengsi ini didasarkan pada akumulasi nilai pengajaran, pelatihan, dan pengasuhan tertinggi dari seluruh praja IPDN lintas program studi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author