Krisis Air Bersih Lumpuhkan Fasilitas Bandara Gatwick Inggris
Layanan di Bandara Gatwick, Inggris, terganggu akibat terputusnya pasokan air bersih pada Minggu, 27 Juli 2026. Kejadian di bandara tersibuk kedua di Inggris tersebut memaksa operasional restoran dan fasilitas toilet terhenti. Dampak terhentinya aliran air menyebabkan antrean panjang penumpang di area toilet.
Penumpukan tersebut dipicu oleh ketidakmampuan pengguna untuk mencuci tangan akibat ketiadaan air mengalir. Penyedia jasa air, SES Water, mengonfirmasi pemadaman listrik di Instalasi Pengolahan Air Bough Beech menjadi penyebab gangguan. Dampak krisis air ini meluas hingga ke Surrey dan West Sussex, mencakup wilayah Redhill, Crawley, Edenbridge, dan Crockham Hill.
Meskipun operasional fasilitas kembali normal pada Senin, 28 Juli 2026 pagi, pengamat penerbangan menilai insiden ini sebagai kejadian yang sangat langka. Kejadian tersebut melumpuhkan kenyamanan ribuan calon penumpang yang berada di terminal.
Jurnalis perjalanan Lisa Francesca Nand menilai gangguan ini tidak bisa dianggap sepele. Ia mendorong pengelola bandara agar segera memasukkan skenario krisis air ke dalam rencana penanganan darurat di masa depan. Lisa Francesca Nand menyebutkan gangguan pasokan air kini makin kerap melanda wilayah tenggara Inggris. Kritik tersebut ia sampaikan guna meningkatkan kesiapan manajemen bandara dalam menghadapi potensi krisis serupa.
"Ini belum pernah terjadi sebelumnya. Manajemen bandara mungkin hanya berfokus memastikan semua orang tetap bisa terbang dengan aman dan penerbangan untungnya tidak terlalu terdampak," kata Nand kepada BBC Radio Sussex dan dikutip dari Detik Travel pada Rabu (29/7). Ia menambahkan, pihak bandara biasanya selalu siap menghadapi skenario terburuk seperti gangguan lalu lintas udara, pemadaman listrik, atau kerusakan sistem komputer. Namun, penanganan krisis pasokan air dinilai belum memiliki perencanaan matang.
"Kalau listrik padam ada generator cadangan. Kalau sistem komputer bermasalah juga ada prosedurnya. Tapi kalau air mati?
Saya bahkan tidak tahu rencana cadangannya, kecuali mungkin mengisi tong-tong air," ujarnya. Kondisi tidak higienis tepercara dirasakan langsung oleh sejumlah calon penumpang pada hari Minggu. Keluhan utamanya berpusat pada ketiadaan air bersih di area sanitasi umum sebelum penerbangan.
Memasuki Senin pagi, manajemen Bandara Gatwick mengonfirmasi pemulihan seluruh pasokan air secara menyeluruh. Seluruh toilet serta gerai makanan dan minuman telah dibuka kembali untuk melayani penumpang.
Pihak SES Water menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada para pelanggan dan mitra terdampak. Perusahaan mengklaim tim teknis telah berupaya semaksimal mungkin guna memulihkan aliran air secara aman.
SES Water juga mengingatkan bahwa selama proses normalisasi jaringan, sebagian pelanggan masih berpotensi mengalami aliran air yang lebih lambat atau perubahan warna air untuk sementara waktu.